Eksekusi Lahan Petani di Kinari Ricuh, Warga Mohon Bantuan Presiden Jokowi

Abadikini.com, AROSUKA – Meskipun telah dikawal ketat aparat keamanan eksekusi lahan di Tabek Dama Nagari Kinari pada hari Rabu (17/3/2021) lalu berlangsung ricuh. Warga yang berprofesi sebagai petani penggarap selaku tergugat yang dinyatakan sebagai pihak yang kalah oleh keputusan hukum tidak terima bangunannya dibongkar, apalagi diatas lahan itu terdapat tanaman mereka yang selama ini dijadikan untuk menunjang ekonomi mereka.

Kericuhan dilokasi lahan dipicu oleh tidak terimanya pihak yang kalah atas proses eksekusi, padahal mereka sudah didampingi pengacaranya saat berperkara di Pengadilan,” demikian ucap Yendrizal, kuasa hukum Lastri, pemenang perkara lahan tersebut.

Perkara lahan itu kata Yendrizal sudah sejak tahun 2014 lalu, terdaftar di Pengadilan Negeri Koto Baru dan sudah melalui sejumlah pembuktian dipersidangan, mulai dari pengadilan tingkat pertama di Pengadilan Negeri Koto Baru, pengadilan tingkat banding di Padang dan peninjauan kembali di Mahkamah Agung.

Sebelum ada PK, kami sudah ajukan permohonan eksekusi tapi karena ada pergantian Ketua PN Koto Baru dan pandemi COVID-19, eksekusi di undur. Putusan yang di eksekusi itu sudah berkekuatan hukum tetap,”kata Yendrizal pada wartawan saat berada dilokasi eksekusi, Rabu (17/3/2021), lalu.

Dari informasi yang berhasil dikumpulkan, proses eksekusi lahan seluas lebih kurang 50 hektar itu tetap berlangsung meski ada perlawanan dari para tergugat yang kalah didepan hukum. Polisi yang mengawal proses eksekusi sempat kewalahan mengamankan jalannya eksekusi, beruntung situasi dapat dikendalikan.

Meskipun berada di pihak yang kalah, tergugat sempat berteriak histeris ketika lahan yang berpuluh tahun mereka kuasai dieksekusi. Bahkan ia memohon kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Bupati Solok untuk memperhatikan nasib mereka.

“Sudah puluhan tahun kami menguasai, sekarang tanaman kami diambil, Bapak Jokowi tolonglah rakyat kecil ini pak Jokowi, makan kami dari sana Pak Jokowi,” katanya memohon pada Presiden Indonesia Jokowi.

Bapak orang yang baik, dilanjutkan perempuan itu, tolonglah kami Pak Jokowi kami tertindas, hukum ini tajam ke bawah tumpul ke atas, tolonglah kami Pak Jokowi tolonglah kami Pak Presiden.

“Bapak yang kami pilih tolonglah, kehidupan kami dari sini semuanya, bapak tolong kami pak, dengar aspirasi rakyat kecil,” sebutnya.

Baca Juga

Back to top button