Trending Topik

Niat Invasi Taiwan, Perang Kapal Selam Nuklir Miliaran Dolar antara AS vs China Segera Dimulai

Abadikini.com, WASHINGTON DC – Seorang komandan senior angkatan laut Amerika Serikat (AS) memperingatkan bahwa China dapat menginvasi Taiwan dalam enam tahun ke depan. Untuk menginvasi pulau itu, China perlu mengamankan kendali atas udara dan laut.

AS dan sekutunya tengah berupaya mencegah hal itu dengan menggelontorkan miliaran dolar. Sebagai bagian dari strategi pertahanan barunya, AS menginvestasikan USD22 miliar untuk pembangunan tahap kelima dari kapal selam serang bertenaga nuklir kelas Virginia.

Australia menambahkan 12 lagi dari enam kapal selam yang sudah beroperasi, sementara Jepang memiliki kapal selam serang kelas baru dalam produksi.

Korea Selatan (Korsel) juga telah memulai program pembangunan kapal selam tiga fase.

Untuk bagiannya, Taiwan telah berkomitmen untuk membangun delapan kapal selam baru guna menambah empat kapal selam yang saat ini dimilikinya dengan biaya USD16 miliar. Kapal selam diesel-listrik baru yang pertama akan beroperasi pada tahun 2025.

2010 photo of a Type-39A Yuan-class submarine. CRS Photo

Untuk diketahui, Taiwan dipisahkan dari daratan China oleh hamparan laut, lebarnya 100 mil dan memiliki kedalaman sekitar 230 kaki, cukup dalam untuk kapal selam berpatroli. AS dan sekutunya berharap dengan membangun kapal selam baru yang cukup, mereka dapat mencegah militer China menguasai laut.

“PLA (Tentara Pembebasan Rakyat China) percaya bahwa untuk melakukan kampanye ofensif yang sukses di sepanjang rantai pulau pertama (di Laut China Selatan dan Timur), terutama melawan Taiwan, perlu memiliki kontrol udara dan laut,” kata Andrew Krepinevich, seorang ahli China dan mantan pejabat senior Pentagon.

“Kapal selam bisa memainkan peran penting dalam menyangkal PLA kontrol laut yang diyakini dibutuhkannya,” imbuhnya seperti dikutip Express dari The Times, Ahad (14/3/2021).

Pekan lalu, diplomat top China membantahan tuduhan komandan angkatan laut AS sekaligus menegaskan kembali posisi Beijing di Taiwan dan memperingatkan AS untuk tidak mendukung setiap upaya kemerdekaan oleh Taipei.

China menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayah kedaulatannya dan secara konsisten memperingatkan Taipei bahwa setiap upaya untuk mendeklarasikan kemerdekaan akan mengarah pada tindakan militer.

“Pertama, hanya ada satu China di dunia. Taiwan adalah bagian yang tidak dapat dicabut dari wilayah China,” kata Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, pada konferensi pers pada Ahad lalu.

Wang melanjutkan dengan mengatakan bahwa reunifikasi tidak bisa dihindari dan memperingatkan pemerintah Biden untuk tidak melewati garis merah dalam mendukung pemerintah pulau itu.

Baca Juga

Back to top button