Pertumbuhan Ekonomi di Solok Meningkat, Namun Masih Ada Masalah Ini

Abadikini.com, AROSUKA – Pelaksana Harian Bupati Solok, Aswirman, mengatakan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten yang dipimpinnya meningkat dibandingkan dengan daerah lain di Sumatera Barat. Namun, kata Aswirman, meskipun pertumbuhan ekonomi meningkat masalahnya pun masih ada. Hal itu diungkapkannya dalam rapat koordinasi perencanaan pembangunan tahun 2021 di Auditorium Gubernuran Sumbar, Rabu (10/3/2021).

Baca Juga

Hadir dalam kesempatan itu Gubernur Sumbar, Mahyeldi, Wagub Sumbar Audy Joinaldy dan Hansastri selaku Kepala Bappeda Sumbar.

Masalah ekonomi yang masih ada di Kabupaten Solok menurut Bupati antaralain di sektor Koperasi dan UMKM, sektor investasi dan sektor pariwisata, Perdagangan dan pertanian.

“Banyak koperasi di Solok yang kesulitan modal, ada juga yang sudah tidak aktif lagi sehingga fungsi kelembagaan koperasi belum optimal didaerah ini. Selain itu, masalah pemasaran produksi koperasi dan standar produk yang belum merata membuat koperasi masih sulit berkembang di Kabupaten Solok,” katanya.

Pada sektor investasi yang juga menyumbang permasalahan ekonomi di Solok, Bupati menyebutkan kalau kualitas investasi di Nagari dan Kecamatan belum merata.

Saat ini, ketersedian dan kualitas infrastruktur panunjang investasi di Solok belum merat, ditambah lagi karena belum optimalnya serapan tenaga kerja lokal pada kegiatan PMA/PMDN serta terjadinya dinamika sosial di masyarakat juga turut mempengaruhi kepastian dan keamanan berusaha.

Pada sektor perdagangan, masalah yang ada di Kabupaten Solok menurut Bupati adalah dominasi barang impor, kerentanan fluktuasi harga barang konsumsi terutama bahan pokok, masih belum optimalnya pemasaran dan produk industri lokal serta belum meratanya penerapan standar produk dan teknologi informasi dalam perdagangan.

Pada sektor pariwisata masalah yang ada adalah belum optimalnya konektifitas infrastruktur transportasi menuju destinasi wisata, terbatasnya atraksi di destinasi wisata, terbatasnya amenitas pada destinasi wisata, belum tertanamnya nilai-nilai hosptality di masyarakat, belum optimalmya penerapan branding dan aktifitas promosi serta terbatasnya kuantitas maupun kualitas dari produk ekonomi kreatif.

Lebih lanjut kata Aswirman kendala pertumbuhan ekonomi selanjutnya di Solok disumbangkan oleh sektor pertanian. “Produktifitas pertanian belum optimal hal ini disebabkan belum optimalnya aktifitas ekonomi pertanian dari hulu ke hilir, terbatasnya ketersediaan benih yg berkulitas, tingginya gangguan hama dan penyakit pada tanaman dan rendahnya regenerasi petani dan akses permodalan, selain itu menurunnya luas lahan pertanian yg disebabkan oleh intensitas pembangunan sektor non pertanian yg sangat tinggi seperti pembangunan pemukiman dan kawasan industri,” terang Plh. Bupati Solok, Aswirman.

Gubernur Sumbar dalam kesempatan itu menerangkan kalau Kabupaten Solok mampu meningkatkan pertumbuhan ekonominya karena juga memiliki pesona danau yang indah serta ada air panas yang dimanfaatkan untuk pemandian.

Senada dengan Gubernur, Wagub menambahkan kalau potensi holtikultura di Alahan Panjang diyakini mampu merubah pertumbuhan ekonomi di Solok. “Alahan panjang dapat dikembangkan karena mempunyai hasil pertanian seperti cabe dan tomat. Yang bisa dikembangkan di Alahan panjang adalah sapi perah lantaran untuk di Sumbar suhu dan cuaca di Alahan Panjang sangat cocok itu dikembangkan,” tutur Audy.

Ia mengingatkan, salah satu ikon dari kabupaten solok adalah ayam kokok balenggek, jangan sampai ini punah. Potensi beras solok dapat terus dikenalkan dan dipromosikan sehingga dapat terus meningkatkan marwah dari bareh solok ini. “Solok bisa menjadi pendukung visi dan misi dari gubernur dan wakil dalam untuk sumbar menjadi salah satu prosuden jagung dan beras,” kata dia.

Baca Juga

Berita Terkait
Close
Back to top button