Capten Ali Ibrahim Apresiasi Konsep Polri yang Presisi Gagasan Jenderal Listyo Sigit

Abadikini.com, JAKARTA – Wali kota Tidore Kepulauan Capten Ali Ibrahim menghadiri kuliah umum kebangsaan dengan tema “Peningkatan Kerukunan Hidup dan Penegakan Hukum Di Indoneisa” yang digelar oleh Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni) Pascasarjana Sekolah Kajian Strategik dan Global di Kampus UI, Jalan Salemba Raya, Kota Jakarta Pusat, Rabu (10/3/2021).

Kuliah Umum Kebangsaan yang diberikan oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, M.Si ini diselenggarakan secara hybrid yaitu perpaduan antara daring (online) dan luring (offline).

Dalam materi yang disampaikan, Kapolri memaparkan tentang tantangan keamanan dan pertahanan Indonesia saat ini, yaitu ancaman terhadap kerukunan dan polarisasi.

Menurutnya, penggunaan teknologi informasi saat ini menjadi potensi yang paling besar mengancam kerukunan bangsa.

“Ruang cyber dimanfaatkan untuk menyebarkan ujaran kebencian dan hoaks. Oleh karena itu, nilai-nilai Pancasila harus dijaga. Karena melihat perjalanan sejarah Indonesia yang mudah terpecah-belah dan potensi polarisasi menjadi tantangan dan harus diwaspadai oleh kita bersama,” ujarnya.

Inilah yang Kapolri jadikan sebagai dasar dalam membangun visinya sebagai Kapolri yang baru, yaitu “Peran Polri yang Presisi”. “Diharapkan dengan mengetahui kondisi masyarakat secara tepat, kita dapat menyusun langkah-langkah penanganan yang lebih tepat sasaran atau presisi,” ungkapnya.

“Tantangan saat ini adalah polarisasi yang masih ada hambatan saat Pilkada dan Pilpres, belum move on untuk bersatu membangun bangsa ini,” kata Kapolri mengingatkan.

Untuk itu, Polri ingin mengambil peran dalam menangani persoalan tersebut dengan mengutamakan moderasi beragama.

Moderasi beragama di Indonesia saat ini penting dilakukan didasarkan fakta bahwa Indonesia adalah bangsa yang sangat majemuk dengan berbagai macam suku, Bahasa, budaya dan agama.

Disisi lain, Ali Ibrahim saat diwawancarai mengaku bangga ketika diundang mengikuti kuliah  umum kebangsaan yang membuka cakrawala berpikir dalam hal kerukunan hidup dan Inspirasi bagi dirinya pribadi.

Ali Ibrahim juga mengapresiasi beberapa langkah yang dilakukan Kapolri dalam menghadapi tantangan keamanan-pertahanan, antara lain menjadikan Kepolisian Sektor (Polsek) sebagai basis resolusi permasalahan wilayah.

Di Polsek, penanganan masalah akan lebih mengedepankan metode penanganan yang bersifat mediasi, dibandingkan yang bersifat penegakan hukum.

“Dalam metode ini, adat kebiasaan yang sudah hidup di masyarakat dapat menjadi salah satu solusi konflik, sehingga dapat lebih mengakomodasi apa yang disebut “rasa keadilan” di masyarakat, kata Capten Ali.

Baca Juga

Berita Terkait
Close
Back to top button