Gila, Meski Pandemi Tiongkok Nekat Anggarkan Belanja Peralatan Militer Rp3Ribu Triliun Lebih

Abadikini.com, BEIJING – Meskipun dunia kini dilanda pandemi covid-19 yang brakibat pada pengurangan belanja negara-negara di seluruh dunia. Tapi bagi negara Republik Rakyat Tiongkok atau (China).

Dilansir dari AP, Cina menambah belanja militer sebesar 6,8% pada tahun 2022. Laporan anggaran nasional yang dikeluarkan pada Jumat (5/3) menyatakan negara di kawasan Asia Timur itu sampai bakal menghabiskan 1,355 triliun yuan (US$ 210 miliar atau Rp 3.001 triliun) untuk kebutuhan belanja peralatan militer mereka.

Peningkatan pengeluaran belanja pertahanan Tiongkok itu dilakukan meskipun ada utang besar pemerintah dan dampak pandemi Covid-19. Pada tahun 2020, anggaran militer Tiongkok mencapai 1,3 triliun yuan.

Anggaran militer sebenarnya telah turun selama periode pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat, tetapi juga terus turun dari peningkatan persentase dua digit selama bertahun-tahun. Militer yang semakin kuat semakin matang dan ekspansi cepat dari apa yang sudah menjadi anggaran pertahanan terbesar kedua di dunia tidak lagi diperlukan.

Peningkatan pengeluaran yang berlebihan di tahun-tahun sebelumnya telah membuat Tiongkok punya anggaran pertahanan terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat (AS).

Dengan 3 juta tentara, militer Tiongkok terus menambahkan kapal induk, kapal selam bertenaga nuklir, dan pesawat tempur siluman ke gudang senjatanya.

Pemerintah Tiongkok mengatakan sebagian besar peningkatan pengeluaran digunakan untuk meningkatkan gaji dan kondisi lain bagi pasukan. Sebaliknya, pengamat mengatakan anggaran tersebut menyembunyikan sebagian besar pengeluaran Tiongkok untuk persenjataan yang sebagian besar dikembangkan di dalam negeri.

Militer Tiongkok sebagian besar dirancang untuk mempertahankan ancamannya dalam menggunakan kekuatan untuk membawa Taiwan di bawah kendalinya. Meskipun demikian, militer Tiongkok juga telah tumbuh lebih tegas di Laut China Selatan, Pasifik Barat, Samudra Hindia, dan tempat lain.

Di sisi lain, AS memiliki pengeluaran pertahanan sekitar US$ 934 miliar (Rp 13.349 triliun) antara 1 Oktober 2020 hingga 30 September 2021. AS telah mengeluhkan kurangnya transparansi dalam program pertahanan Tiongkok.

Kondisi itu memicu spekulasi bahwa Beijing bertujuan untuk menggantikan Amerika sebagai yang utama. kekuatan militer di Asia Timur.

Baca Juga

Back to top button