Trending Topik

KLB Demokrat Digelar Hari Ini, Kubu AHY Makin Panik sampai “Ancam Jokowi” kalau SBY Bakal Demo Istana Negara

Abadikini.com, JAKARTA – Petinggi Partai Demokrat dibawa komando Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kini makin tambah panik dengan digelarnya Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat (PD)yang akan berlangsung pada hari ini, Jumat (5/3/2021) di Hotel The Hill Sibolang. Sebelumnya mereka mengirim tim pantau.

Tim pantau kubu AHY pada hari ini sempat mencegah mantan wakil sekjen PD Marzuki Alie di bandara Kualanamu, Medan.

Momen pencegatan itu pun kemudian direkam Jansen dkk, lalu diunggah ke media sosial. Salah satunya lewat akun Twitter Ketua Divisi Komunikasi Publik DPP Partai Demokrat, Imelda Sari, @isari68, seperti dilihat Abadikini.com.

“Wasekjen @jansen_jsp dan @irwan_fecho menanyakan MA yg sdh dipecat DPP @PDemokrat bikin #KLBicaica,” cuit Imelda, Jumat (5/3).

Dalam video berdurasi 11 detik itu, tampak Jansen dan Marzuki sedang berbincang.

Salah satu ucapan yang terdengar dalam cuplikan video itu, Marzuki sempat mengatakan, “Enggak pernah saya. Orang tuh menuduh saya.”

Sementara, ketua Bapilu PD kubu AHY, Andi Arief berkicau di twitter dengan “mengancam” Presiden Joko Widodo soal proses demokrasi di Indonesia.

Bahkan dia mengklaim Ketua Majelis Tinggi PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga bekas Presiden RI itu akan berdemonstrasi di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Andi mengatakan langkah itu bisa saja ditempuh untuk memprotes sikap Presiden Joko Widodo. Ia menilai Jokowi mengabaikan demokrasi dengan membiarkan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat berlangsung hari ini.

“Soal etika hargai mantan Presiden (SBY) yang lakukan kebenaran juga beku hatinya. Jangan salahkan jika mantan Presiden demonstrasi di Istana dengan standar prokes,” kata Andi lewat akun Twitter @AndiArief_ID, Jumat (5/3).

Andi menyebut pemerintahan Jokowi membiarkan KLB Demokrat ilegal terjadi. Padahal menurutnya, Jokowi punya kuasa untuk bertindak mencegah kegiatan itu.

Dia menegaskan KLB Demokrat bukan sekadar urusan internal partai. Andi menyebut kejadian ini sebagai tanda matinya demokrasi Indonesia.

“Pak Jokowi harusnya bisa bertindak, terlalu lembek bela demokrasi,” cuit Andi Arief.

 

Baca Juga

Berita Terkait
Close
Back to top button