KLB Demokrat Bakal Digelar Besok, Kubu AHY Panik sampai Kirim Tim Mantau

Abadikini.com, JAKARTA – Petinggi Partai Demokrat dibawa komando Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mulai panik dengan akan digelarnya Kongres Luar Biasa yang akan berlangsung pada tiga hari kedepan, dimulai besok, Jumat hingga Minggu lusa, (5-7/3/2021).

Bahkan, berdasarkan pengakuan kader senior yang juga pendiri Partai Demokrat pro KLB Hengky Luntungan bahwa peserta KLB kini telah siap-siap menuju lokasi KLB.

“Ini saat sedang siap-siap, mau berangkat sekarang,” singkatnya kepada wartawan, Kamis (4/3/2021).

Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief pun panik mengutus tim untuk memantau persiapan KLB di salah satu kota di Sumatera Utara.

Andi Arief menyebut, timnya melakukan penelusuran di salah satu hotel di Deli Serdang, tempat para mantan petinggi Demokrat menginap.

Ketika timnya sampai di hotel tempat kongres luar biasa (KLB) akan berlangsung, mereka menanyakan kegiatan yang mengatasnamakan Partai Demokrat. Resepsionis, klaim Andi Arief, menjawab bahwa kegiatan Demokrat tidak ada, tapi ada kegiatan GAMKI.

“Akan tetapi yang ada kegiatan GAMKI (Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia) yang dilaksanakan selama 3 hari, Kamis, Jumat, dan Sabtu,” sebut Andi Arief, dikutip dari akun Twitter pribadinya, @Andiarief__, Kamis (4/3).

Menurut Andi Arief, upaya KLB Partai Demokrat di Sumut dimotori oleh para mantan petinggi partai, seperti Marzuki Alie, Jhony Allen, Max Sopacua, dan Nazaruddin.

“Setelah kami cek meminta siapa yang datang tamu-tamu dari luar kota, maka ditemukan sejumlah nama-nama seperti Jhoni Allen, Nazaruddin, Marzuki Alie, Moeldoko, Darmizal, Ahmad Yahya, Max Sopacua, dan lain-lain,” kata Andi Arief, melalui akun Twitter miliknya, Kamis (4/3).

Andi Arief mengungkap upaya KLB terhadap Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Sumut, yang disebutnya melibatkan Kepala KSP Moeldoko.

Andi Arief mengklaim menemukan bukti tiket keberangkatan Moeldoko ke Sumut.

“Mudah-mudahan Pak Jokowi dan Pak Mensesneg tidak tahu soal keberangkatan Pak Moeldoko ke Sumatera Utara dalam rangka mengambil alih kepemimpinan AHY di Partai Demokrat. Demikian juga Pak Prof @mohmahfudmd dan Pak Kapolri. Kami menemukan bukti tiket yang jatuh di bandara,” katanya.

Andi Arief mengingatkan bahwa upaya pengambilalihan partai berpotensi menimbulkan pertumpahan darah.

“Dalam catatan pengambilalihan ilegal partai, saya dan Pak prof @mohmahfudmd sama-sama mengetahui bisa berdampak timbulkan korban dan pertumpahan darah,” beber Andi Arief.

Sebab tegas dia, banyak kajian disertasi yang menyebutkan bahwa kudeta terjadi bisa timbul korban dan pertumpahan darah.

“Upaya ugal-ugalan Pak Moeldoko ini berpotensi sama, tidak harus empirisme untuk menjawabnya,” tegasnya.

Baca Juga

Back to top button