Trending Topik

Wapres Tua Renta Kehabisan Tenaga Usai Setubuhi Tiga Wanita, Akhirnya Mengundurkan Diri

Abadikini.com, HARARE – Wakil Presiden Zimbabwe, Kembo Mohadi (71) mengundurkan diri usai tersandung kasus skandal seks yang melibatkan tiga wanita, dua diantara tiga wanita itu diketahui telah bersuami.

Melansir Africa Feeds, yang dikutip Selasa (2/3/2021) melaporkan bahwa Mohadi akhirnya mengundurkan diri pada hari Senin (1/3/2021). ”Saya telah sampai pada keputusan ini bukan sebagai tanda pengecut tetapi sebagai tanda menunjukkan rasa hormat yang besar kepada kantor Presiden,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Dalam salah satu kasus, wakil presiden yang telah tua renta itu diduga terlibat dalam perencanaan hubungan seks di kantornya dengan kekasih gelapnya yang lebih muda dan sudah bersuami.

Kemudian, kasus kedua terungkap dalam percakapan telepon di mana wakil presiden berbicara dengan kekasih mudanya tentang afrodisiak saat dia mempersiapkan diri untuk beberapa tindakan di tempat tidur.

“Ya, saya sudah, saya minum dua cangkir,” bunyi suara Mohadi dalam rekaman audio mengacu pada afrodisiak.

Tanggapannya mengejutkan kekasih gelapnya berbunyi; “Kamu akan overdosis.”

“Tidak terlalu asam,” balas Mohadi, seolah meyakinkannya.

Kasus ketiga adalah rekaman panggilan telepon, di mana Mohadi mengundang seorang wanita muda untuk bercinta di sebuah hotel ketika dia melakukan kunjungan ke sebuah kota.

Kembo Mohadi menjadi Wakil Presiden pertama dalam sejarah Zimbabwe yang mengundurkan diri.

Mohadi awalnya menolak untuk seruan untuk mengundurkan diri menyusul laporan di media lokal tentang dia berselingkuh dengan tiga wanita. Bahkan, ada rekaman panggilan telepon yang mana dia meminta untuk berhubungan seks.

Mohadi pada pekan lalu menepis tuduhan bahwa merencanakan untuk berhubungan seks dengan tiga wanita itu secara terpisah seperti yang dilaporkan media lokal. Dia mengeklaim rekaman panggilan telepon itu adalah rekayasa. Menurutnya, suaranya telah dikloning dan ponselnya diretas.

Dia mengaku sebagai korban intrik politik dan sempat menolak untuk mengundurkan diri karena skandal tersebut.

“Saya tidak bersalah dan menjadi korban intrik politik yang dijajakan melalui peretasan dan kloning suara,” kata Mohadi.

Mohadi juga mengatakan bahwa dia tetap menjadi pemimpin, ayah, kader, dan pelayan yang berkomitmen untuk bangsanya yang besar.

“Jadi, tidak ada yang akan berubah karena semua ini dibuat-buat untuk menodai citra saya. Jika sesuatu akan terjadi, Yang Mulia akan menentukan masa depan saya,” katanya pekan lalu.

Baca Juga

Back to top button