China Lebih Banyak Ajukan Jumlah Paten dari pada AS Selama Pandemi 2020.

Abadikini.com, JAKARTA – Kepala Ekonom WIPO, Carsten Fink merilis Pada tahun 2000 China hanya mendaftarkan 782 paten saja. Dia mengatakan pertumbuhan pengajuan paten negara itu memang sangat tinggi.

Sementara untuk AS mengalami peningkatan pengajuan paten sebesar tiga persen. Jumlah yang diajukan mencapai 59.230 di tahun 2020.

Selain AS dan China, sejumlah negara juga menjadi pengaju paten teratas di dunia. Sebut saja Jepang, Korea Selatan dan Jerman.

Namun sebenarnya pengajuan paten ini tak berhubungan langsung dengan pandemi. Sebab Daren mengatakan inovasi dan penemuan dilakukan sebelum Covid-19 menyebar di penjuru dunia tahun lalu.

Walaupun begitu, menurut pihak WIPO, pertumbuhan jumlah paten tetap jadi sinyal positif. Carsten mengatakan ini jadi bukti perusahan tetap melakukan investasi pada teknologi.

“Fakta bahwa tidak ada pengurangan pada paten internasional menunjukkan perusahaan terus berinvestasi mengkomersialisasikan teknologi mereka selama pandemi,” kata Carsten.

Kenaikan saat pandemi ini agak berbeda saat krisis keuangan global 2009 lalu. Pengajuan paten 12 tahun lalu anjlok mencapai lima persen.

Baca Juga

Back to top button