Penutupan Rest Area KM 50 Tak Terkait Penembakan Laskar FPI, Ini Penjelasan Komnas Ham dan Jasa Marga

Abadikini.com, JAKARTA – Penutupan rest area KM 50 Tol Jakarta-Cikampek sejak Desember 2020 silam telah menimbulkan spekulasi bagi masyarakat. Pasalnya, dilakukan tak lama usai kasus penembakan 6 anggota laskar FPI.

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam membantah adanya kaitan antara penutupan rest area KM 50 dengan insiden penembakan 6 anggota laskar FPI. Dia mengatakan, rencana pembongkaran rest area KM 50 memang sudah direncanakan sejak lama. Sehingga, tidak ada kaitannya dengan kasus penembakan anggota laskar FPI di KM 50 tersebut.

“Enggak (ada kaitannya), karena kami juga tahu pas awal pendalaman. Bahwa memang ada rencana beberapa bulan sebelumnya terkait relokasi,” kata Choirul Anam saat dikonfirmasi, Rabu (24/2/2021).

Untuk mendapat jawaban yang memuaskan Anam menyarankan agar mengkonfirmasi langsung kepada pihak Jasa Marga.

“Tanya ke Jasa Marga. Program itu sudah lama sekali mereka rencanakan,” ucapnya.

Sementara itu, PT Jasa Marga juga membantah adanya kaitan antara penutupan rest area KM 50 tol Jakarta – Cikampek dengan insiden yang menewaskan 6 anggota laskar FPI sekaligus menyampaikan bahwa penutupan rest area KM 50 sudah direncanakan sejak lama..

General Manager Representative Office 1 Jasamarga Transjawa Tollroad Regional Division, Widiyatmiko Nursejati mengatakan, penutupan tersebut dilakukan untuk merelokasi sesuai perintah Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).

“Jasa Marga akan melakukan relokasi Tempat Istirahat kilometer 50 Ruas Jalan Tol Jakarta Cikampek Jalur arah Cikampek ke tempat istirahat kilometer 71 Ruas Jakarta-Cikampek jalur arah Jakarta,” kata Widiyatmiko dalam pernyataan tertulisnya, Ahad (20/12/2020).

Dia menjelaskan, relokasi tempat istirahat tersebut berkaitan dengan penambahan kapasitas lajur ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek mulai dari kilometer 48 sampai dengan kilometer 50 jalur arah Cikampek.

Sedangkan menurut Coorporate Communication and Community Development Group Head PT Jasa Marga, Dwiman Heru, penutupan rest area dilakukan karena dianggap sebagai penyumbang kepadatan di ruas area KM 48-50.

“Sejak dioperasikannya Jalan Tol Jakarta Cikampek Elevated pada Desember 2019, khususnya pada masa liburan, kerap terjadi kepadatan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek, arah Cikampek, pada ruas antara KM 48- KM 50,” kata Dwiman melalui keterangan resmi, Selasa (22/12/2020).

Baca Juga

Back to top button