Trending Topik

PDIP akan Tunaikan ‘Perjanjian Batu Tulis’ Usung Prabowo di Pilpres 2024?

Abadikini.com, JAKARTA – Mungkin diantara kita tak asing dengan istilah ‘Perjanjian Batu Tulis’ dimana ketika itu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri berkomitmen mengusung Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai calon presiden pada 2014.

Namun, isi perjanjian yang dibuat pada 2009 tersebut belum terjadi hingga saat ini karena akhirnya Megawati memilih Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden.

Jelang pilpres 2024, tentunya PDIP selaku parpol pengusung Presiden Jokowi yang sudah dua periode ini tentu harus memikirkan alternatif lain.

Menanggapi itu semua, Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat menjawab soal kemungkinan PDIP mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden sesuai dengan isi ‘Perjanjian Batu Tulis’

Menurut Djarot saat ini PDIP masih melakukan pilah-pilih terlebih dahulu sambil dikomunikasikan terlebih dahulu siapa yang diusung nantinya di pilpres 2024.

“Masalah itu (pernjanjian batu tulis) nanti kan bisa dikomunikasikan sesama partai politik. Memang tahun 2024 itu menentukan arah bangsa kita. Orangnya nanti siapa saja terserah,” kata Djarot seperti dikutip dari Kompas TV, Rabu (24/2/2021).

Adapun Prabowo Subianto menjadi salah satu tokoh dengan elektabilitas tinggi berdasarkan hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI).

Selain Prabowo Subianto, ada Gubernur Jawa Tengah yang juga kader PDIP Ganjar Pranowo yang elektabilitasnya lumayan tinggi.

Ada pula nama mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Ketua DPR Puan Maharani.

Djarot berujar saat ini PDIP memiliki stok yang cukup dengan berbagai macam alternatif.

“Artinya apa, stok (kader) di PDI-P cukup banyak untuk berlaga (Pemilu 2024), tetapi kita masih fokus pada masalah bangsa saat ini,” kata Djarot.

Meski saat ini elektabilitas sejumlah kader PDI-P cukup tinggi, Djarot menyebut bahwa dalam waktu tiga tahun mendatang, belum tentu tokoh-tokoh yang muncul saat ini yang akan mengikuti kontestasi pilpres 2024.

“Karena pengalaman menunjukkan, di akhir-akhir mendekati tahun 2023 nanti, biasanya ada element-element of surprise, unsur kejutan itu muncul juga, biar dinamis, bekerja dinamis alamiah,” kata Djarot.

“Yang ingin ktia sampaikan adalah siapa pun nama itu, tidak kemudian orientasinya hanya 2024 saja, tetapi fokus pada pekerjaan yang diberikan masyarakat saat ini,” tutup Djarot.

Baca Juga

Berita Terkait
Close
Back to top button