Gatot Ngakak Dengar Kivlan Zen Berencana Bunuh Luhut dan Wiranto

Abadikini.com, JAKARTA – Sidang lanjutan kepemilikan senjata api ilegal dengan terdakwa Kivlan Zen menghadirkan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Jumat (19/2/2021).

Dalam persidangan, saat disinggung mengenai Kivlan Zen yang berencana melakukan pembunuhan terhadap Mantan Menko Polhukam Wiranto dan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. Gatot yang bertindak sebagai saksi meringankan untuk Kivlan Zen mengaku tertawa terbahak-bahak menanggapi hal itu.

“Saya tertawa terbahak-bahak saat konpers, karena tau persis Menko Polhukam itu dikawal pasukan khusus, demikian juga Menko Kemaritiman,” kata Gatot Nurmatyo.

“Untuk apa membunuh? Saya juga mantan tentara, Saya tahu, untuk apa membunuh kalo bukan karena ideologi. Dengan apa? Menurut Saya paling logis pake sniper. Saya tau kualitas pengawal yang ditunjuk untuk Menko Polhukam dan lain-lain. Pasti keliatan, kalau tidak intelijennya sangat memalukan,” imbuhnya.

Mantan Panglima TNI itu menegaskan Kivlan Zen tidak pernah melanggar sumpah prajurit saat dicecar hakim terkait cacatan sumpah prajurit Kivlan Zen.

“Indikasinya terdakwa pensiun, diberhentikan dengan hormat,” ungkap Gatot.

Dirinya mengaku, saat menjabat sebagai Panglima TNI juga tidak pernah mendengar Kivlan Zen ingin melakukan pembunuhan.

Di persidangan ,Hakim juga mengonfirmasi kepada Gatot Nurmantyo soal 5 jenis senjata yang disita dalam kasus Kivlan Zen. Hakim bertanya apakah semua senjata yang disita digunakan oleh TNI, Gatot membantah.

“Revolver dipakai kepolisian, yang lain tidak digunakan di TNI. Senjata laras panjang dimodifikasi,” tuturnya.

Untuk diketahui, Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayor Jenderal TNI (Purnawirawan) Kivlan Zen didakwa menguasai empat pucuk senjata api ilegal dan 117 peluru tajam.

Empat pucuk senpi ilegal itu yakni senpi laras pendek jenis revolver merk Taurus kaliber 38 milimeter seharga Rp 50 juta, senpi laras pendek jenis mayer warna hitam kaliber 22 milimeter seharga Rp 5,5 juta.

Baca Juga

Back to top button