44 Jet Tempur Ini Hasil dari Prabowo Berburu Alutsista

Abadikini.com, JAKARTA – Angkatan Udara (AU) Indonesia akan membeli 44 jet tempur modern generasi kelima yang terdiri dari 36 jet tempur Dassault Rafale dari Prancis dan 8 jet tempur F-15EX dari Boeing antara 2021 dan 2024 seperti tertulis dalam dokumen Rapat Pimpinan AU, Kamis (18/2/2021).

Secara bertahap, diharapkan 6 dari 44 jet tempur tersebut sudah tiba pada tahun 2022.

Tak hanya jet tempur, Kepala Staf AU Marsekal Fadjar Prasetyo mengungkapkan, Indonesia juga akan membeli pesawat angkut C-130J dan kendaraan udara tempur tak berawak dengan ketinggian menengah (drone).

Lanjut dia menerangkan, rencana pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) Indonesia telah mengalami beberapa kali perubahan baik dari kondisi global maupun kapasitas negara.

“Meski memiliki pedoman postur, renstra, dan Minimum Essential Force, namun implementasinya sangat bergantung pada berbagai faktor dan kondisi yang terus berubah secara dinamis,” kata Fadjar.

Menurut Fadjar, seluruh pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Pertahanan dan TNI AU, telah menganalisis dan membahas rencana penyelesaian masalah pengadaan.

“Ini semata-mata untuk memudahkan langkah kita dalam memperoleh alutsista terbaik yang memenuhi persyaratan operasional, aspek kesamaan, memperoleh alih teknologi sesuai dengan kemampuan negara dan kondisi TNI AU,” ujarnya.

Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan melaksanakan modernisasi berbagai pesawat tempur, yang pelaksanaannya akan dimulai pada tahun ini.

“Esensi terpenting dari penambahan alutsista bukanlah pada penambahan jumlah platform-nya. Namun, yang jauh lebih esensial adalah pada peningkatan kemampuan secara signifikan yang dapat kita berdayagunakan dalam menjaga kedaulatan negara di udara,” imbuh dia.

Dassault Rafale, dilansir dari situs resminya, memiliki kapabilitas ‘Omnirole’. Rafale juga data berperan dalam misi permanen ‘Peringatan Reaksi Cepat’ pertahanan udara atau kedaulatan udara.

Jet tempur buatan Prancis diklaim mampu sebagai proyeksi kekuatan dan penyebaran untuk misi eksternal, misi serangan dalam, dukungan udara untuk pasukan darat, misi pengintaian, serangan pelatihan pilot, dan tugas pencegahan nuklir.

Sebelumnya diketahui, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto sedang rajin melobi beberapa negara seperti Prancis, Austria, dan Rusia agar AU Indonesia mendapatkan jet tempur segera. Dengan Prancis, Prabowo menyatakan ketertarikannya untuk memboyong Jet Tempur Dassault Rafale.

Dengan Rusia, Prabowo berencana untuk membeli Sukhoi Su-35 dan dengan Austria, menteri dari Partai Gerindra ini bernegosiasi untuk membeli Eurofighter Typhoon bekas Angkatan Udara Wina. F-15 dan F-18 diproduksi oleh perusahaan kedirgantaraan terkemuka AS, McDonnell Douglas dan Boeing.

Namun, akhirnya Prabowo lebih tertarik dan deal dengan Prancis dan Boeing untuk membeli 44 unit jet tempur yang akan memperkuat alutsista milik TNI AU.

Baca Juga

Back to top button