Lakukan Penelitian Selama 50 Tahun, Profesor Ini Bertekat Temukan Akhirat

Abadikini.com, LONDON – Seorang profesor psikiatri bernama Dr Bruce Greyson mengaku menghabiskan waktu selama 50 tahun untuk mempelajari kematian dan mengetahui alam akhirat.

Dr Bruce Greyson bercerita saat mempelajari akhirat ketika saat Senin pagi, pada usia 56 tahun, ada seorang pengemudi truk bernama Al Sullivan mengalami serangan jantung hebat.

Bruce melihat melihat tubuh Al Sullivan di atas meja operasi, secara terpisah, dia melihat bahwa dada Al Sullivan telah dibelah, memperlihatkan hatinya.

Matanya tertutup rapat, sesuatu yang sering dilakukan saat pasien tidak sadarkan diri karena di bius. Tapi saat itu Bruce bingung ketika melihat seorang pria dengan pakaian serba putih seperti dokter bedah mondar-mandir di ruangan bedah.

Al selamat dari operasi bypass koroner empat kali lipat. Beberapa hari kemudian, ahli bedahnya mengunjungi kamarnya dan dia bercerita.

Dr Greyson memastikan bahwa dia benar-benar telah siuman dan mengepakkan sikunya di ruang operasi. Dr Greyson menanggapi cerita Al dengan serius, sebagian karena dia telah mengumpulkan laporan pengalaman mendekati kematianselama 50 tahun.

Insiden yang tak bisa dijelaskan itu mengilhami penyelidikan profesor itu tentang pengalaman mendekati kematian dan keluarnya roh dari tubuh yang akan menjangkau seluruh kariernya.

Paperback cepat ini, diceritakan dalam bahasa awam yang membuat Oliver Sacks menjadi buku terlaris, memuat lusinan kisah serupa seperti petugas pemadam kebakaran yang terlempar dari kakinya dalam sebuah ledakan, dan mendapati dirinya mencoba membantu rekan-rekannya membawa ketidaksadarannya sendiri tubuh untuk keselamatan.

Penulisnya bersikukuh bahwa temukan bukti dimensi spiritual dan kehidupan di luar dunia yakni Akhirat. Semua cerita mungkin muncul dari beberapa kemampuan halusinasi di otak, yang muncul pada saat-saat terakhir kehidupan.

Tetapi penjelasan paling sederhana adalah bahwa pengalaman-pengalaman Dr Bruce ini terasa begitu meyakinkan karena secara obyektif nyata, bukan halusinasi soal Akhirat.

Back to top button