Ini Pesan Kapten Limbong untuk Penumpang Nakal yang Berniat Lecehkan Pramugari

Abadikini.com, JAKARTA – Profesi pramugari yang identik dengan wajah menarik dengan postur ideal nan proporsional dan dituntut memberikan pelayanan maksimal kepada seluruh penumpang pesawat terbang memang rawan menerima resiko berupa pelecehan seksual saat sedang bertugas selama penerbangan di udara.

Sebagaimana dibeberkan dalam kanal Youtube pilot senior, Kapten Edward F Limbong. Dalam salah satu unggahannya, pada Oktober 2019 lalu, seorang pramugari bernama Prima membagikan pengalaman buruk yang dialami temannya. Ia mengatakan salah satu pramugari ada yang diganggu oleh seorang penumpang ketika mereka sedang terbang bersama.

Awalnya, pramugari yang tidak disebutkan namanya itu dimintai nomor telepon. Tapi, ia enggan memberikan. Sesaat pesawat telah mendarat, si penumpang menunggu seluruh penumpang lain meninggalkan pesawat. Ia lalu menghampiri sang pramugari yang berada di kabin 3, dan melakukan hal tidak senonoh.

“Begitu pulang, penumpang yang ada di depannya itu nunggu sampai penumpang lain selesai. Tiba-tiba, itu penumpang mendatangi kabin 3 itu dan berbuat sesuatu yang tidak pantas. Tidak senonoh,” ungkap Kapten Edward.

Tanpa merinci detail perlakukan tidak senonoh pada saat itu. Namun Prima menjelaskan bahwa setelah kejadian, korban sempat syok berat dan menangis. Pramugari tersebut lalu melaporkannya ke kru kabin. Petugas keamanan bandara pun dihubungi secepatnya.

“Kita langsung panggil security bandara. Terus abis panggil security bandara, kita berusaha kejar penumpangnya. Tapi ternyata penumpangnya lebih cepat larinya,” tambah Prima.

Singkat cerita, insiden ini dapat terungkap meski pelaku sempat melarikan diri, pihak maskapai tentu punya data diri setiap penumpang yang menggunakan pesawatnya. Mau lari kemanapun, pelaku tetap bisa ditemukan oleh pihak keamanan.

Pada akhir video, Kapten Edward berpesan agar masyarakat tidak memandang sebelah mata suatu pekerjaan. Khususnya pramugari yang sering kali dicap jelek. Ia dan kru kabin lainnya selalu berusaha untuk bekerja seprofesional mungkin. Ia juga mengharapkan agar para penumpang selalu menjaga sikap dan etika selama di pesawat.

“Itu kan (pramugari) anak-anak baru lulus SMA, masih berusaha buat cari kerja biar mandiri. Tapi kalau digituin sedih juga ya rasanya. Ayolah kita beretika,” ujar Kapten Edward F Limbong.

Baca Juga

Back to top button