Belum Perang, Militer Israel Dibikin Malu Kawanan Penyusup

Abadikini.com, TEL AVIV – Militer Israel dipermalukan oleh sekelompok kawanan penyusup mereka dikabarkan berhasil membobol pangkalan perang. Akibat hal tersebut negara Yahudi itu sangat malu.

Pangkalan Nathan di kota Beersheba diserbu para penyusup dengan menggunakan beberapa drone pada hari Kamis (11/2/2021). Salah satu serangan drone itu menyebabkan pemadaman listrik di pangkalan tersebut.

Mengutip laporan Channel 12, Minggu (14/2/2021) drone lainnya yang menyerbu digunakan untuk mengumpulkan informasi intelijen.

Laporan tersebut mengatakan bahwa polisi dan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengetahui rencana pembobolan di pangkalan tersebut, tetapi tidak mengambil tindakan untuk mencegahnya.

Menurut laporan tersebut, para tersangka tidak berhasil mencuri senjata tetapi mereka mengambil peralatan militer lainnya.

Tidak ada rincian lebih lanjut yang diberikan tentang sifat peralatan yang dicuri dan tidak ada tersangka yang ditahan sehubungan dengan insiden tersebut.

“Menyusul peristiwa luar biasa di daerah tersebut, tingkat kesiapan pangkalan segera dinaikkan, termasuk memperkuat target keamanan dan pertahanan,” kata IDF dalam sebuah pernyataan kepada media tersebut.

“Kami tegaskan bahwa tidak ada senjata yang dicuri dari unit dan tidak ada kerusakan pada generator, meskipun ada pelanggaran yang teridentifikasi di pagar, yang langsung diblokir.”

“Selain itu, menyusul identifikasi pesawat sipil di daerah pangkalan, sarana teknologi digunakan dalam koordinasi dengan Kepolisian Israel,” kata IDF, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Pelanggaran yang memalukan militer Zionis itu merupakan insiden terbaru setelah Senin malam lalu Pangkalan Angkatan Udara Nevatim yang menjadi markas jet tempur siluman F-35 Israel diserbu pengendara mobil berkecepatan tinggi.

Mobil terhenti oleh paku ban yang dipasang di area jalan pangkalan yang berlokasi di Gurun Negev tersebut. Pelaku masuk ke area pangkalan dan berhasil melarikan diri dengan memanjat pagar.

Mobil yang digunakan tersangka merupakan hasil membajak di Dimona. Insiden itu memicu perburuan besar-besaran, termasuk melibatkan pasukan khusus dari Angkatan Udara. Namun, sejauh ini belum ada laporan tentang penangkapan tersangka.

Laporan lain dari Times of Israel menyebutkan, beberapa pekan terakhir, kawanan pencuri berhasil mencuri tenda militer dan peralatan lainnya dari pangkalan pelatihan Tzeelim IDF di siang hari bolong. Sekitar 20.000 peluru juga dicuri dari pangkalan militer Sdeh Teiman di utara Beersheba.

Baca Juga

Back to top button