Trending Topik

Framing Opini Demokrat Samakan Jokowi dengan Rezim Orde Baru Dinilai Gagal Total

Abadikini.com, JAKARTA – Pihak Istana Negara melalui Mensesneg Pratikno telah menegaskan bahwa Presiden Joko Widodo tidak perlu menanggapi isi surat ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, terkait dugaan keterlibatan Kepala Setap Kepresidenan (KSP) Moeldoko dalam upaya kudeta AHY

Terkait dengan sikap Jokowi itu direspons baik oleh semua kalangan, salah satunya Politisi senior PDI Perjuangan Andreas Hugo Pereira.

Politikus asal NTT itu menyebutkan bahwa langkah yang dipilih Presiden untuk tidak membalas surat AHY sudah sangat tepat.

“Jawaban presiden melalui Mensesneg atas pertanyaan Ketum PD AHY atas pertanyaan keterlibatan Moeldoko dalam kasus upaya meng-KLB kan Partai Demokrat, adalah sangat tepat,” kata Andreas dalam keterangan yang dikutip, Minggu (7/2/2021).

Andreas menilai, melalui pernyataan Mensesneg Pratikno hal tersebut sudah terjawab, karena perihal Kongres Luar Biasa (KLB) merupakan urusan internal partai.

Sehingga, tegas dia, upaya Partai Demokrat untuk menarik opini bahwa pemerintah Jokowi melakukan praktik politik intervensi gaya orde baru terbukti gagal total.

“Dengan jawaban tersebut gagallah upaya Demokrat untuk menarik-narik seolah-olah pemerintahan Jokowi mempraktikan politik intervensi pemerintah pada parpol sebagaimana upaya framing opini Jokowi mempraktikan politik intervensi Orde Baru pada kasus PD yang dikembangkan oleh Andi Mallarangeng,” ucapnya.

Menurut dia, dari kasus ini setidaknya ada beberapa pelajaran yang dapat diambil.

Pertama terang dia, urusan internal partai semestinya jangan dibawa ke ruang publik karena dinilai tak bermanfaat. “Tidak ada manfaatnya, justru hanya mencerminkan kerapuhan kepemimpinan internal parpol,” tuturnya.

kedua Lanjut Andreas, melakukan framing opini yang diluar konteks sudah tidak laku lagi menjadi jualan politik. Masyarakat dan media semakin kritis, sehingga menempatkan framing opini seperti mensejajarkan pemerintahan Jokowi dengan rezim Orde Baru, terasa tidak masuk akal.

“Masyarakat tentu berharap parpol lebih profesional lagi sehingga siapapun atau apapun parpolnya ke depan pandai-pandailah mengelola rumah tangga masing-masing, sehingga enerji bangsa bisa lebih terkonsentrasi menyelesaikan persoalan bangsa yang lebih besar,” ungkapnya.

Baca Juga

Back to top button