Tujuh Parpol Pro-Demokrasi Konsisten Menolak Revisi UU Pemilu

Abadikini.com, JAKARTA – Tujuh partai politik non-parlemen kembali menggelar pertemuan untuk menolak revisi Undang-Undang Pemilu. Mereka tergabung dalam Forum Sekjen Pro-Demokrasi bertemu dengan Wakil Ketua MPR Arsul Sani di Gedung Nusantara III Senayan, Jakarta, Kamis (4/2/2021).

Sekjen Partai Bulan Bintang Afriansyah Noor mengatakan bahwa, dia bersama enam sekjen partai lainnya tetap konsisten menolak adanya revis UU Pemilu. Dia menilai, semangat pembuatan RUU Pemilu bukan untuk membuat demokrasi ke depan semakin berkualitas, tetapi hanya mengutak-atik aturan untuk mengurangi pesaing. Betapa banyak suara rakyat akan hilang hanya karena isi pasal untuk membangun oligarki partai.

“Tidak ada kata kenal lelah, kami akan terus bersilaturahmi kepada semua pihak
untuk menegaskan dan terus menyuarakan posisi kami terkait UU Pemilu. Bahwa kami tujuh parpol pro demokrasi konsisten menolak upaya munculnya oligarki dan kartelisasi melalui perubahan UU Pemilu. Kami terus berjuang,” kata Afriansyah Noor yang diamini oleh Sekjen Partai Garuda, Abdullah Mansuri

Afriansyah bersyukur perkembangan terakhir juga semakin menunjukkan titik terang. Sebagian besar partai politik di DPR mulai bersuara sama menolak perubahan UU Pemilu. Menurut dia, hal tersebut pertanda sangat baik untuk demokrasi di Tanah Air.

Terlebih lagi, saat ini Presiden telah memberikan sikap yang kurang lebih sama, yaini perlu lebih fokus melakukan penanggulangan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional. “Ini jauh Lebih prioritas, daripada kepentingan sesaat dan segelintir pihak,” ujar Badaruddin Andi Picunang dari Partai Berkarya.

“Tentu saja kami sangat menghargai kesediaan waktu Pak Arsul untuk menerima dan mendengarkan Aspirasi kami. Beliau juga sangat akomodatif. Beliau dan kami alhamdulillah memiliki semangat yang sama untuk memperkuat demokrasi dengan Terus meningkatkan partisipasi Publik. Ini menjadi kesadaran bersama. Luar biasa,” lanjut Takudaeng Parawansa dari Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).

Dalam pertemuan tersebut hadir pula Wakil Sekretaris Jenderal Partai Hanura Zulhendri Chaniago. Perindo dan PSI berhalangan hadir tetapi mendukung penuh hasil pertemuan.

Baca Juga

Back to top button