Vietnam Konfirmasi Warganya Terinfeksi Varian Baru Covid-19 dari Inggris

Abadikini.com, JAKARTA – Varian virus Corona baru dikabarkan telah sampai di Asia Tenggara. Yang dimaksud sebagai varian baru dari Covid-19 itu adalah virus Corona Inggris yang diklaim lebih menular.

Baca Juga

Pemerintah Vietnam melalui Menteri Kesehatan Nguyen Thanh Long menemukan ada sekitar 301 orang yang telah terinfeksi varian virus Corona baru dari Inggris tersebut dan menyebar di 10 provinsi dan kota.

Namun, Long memaparkan virus tersebut telah menyebar ke Kota Hanoi dengan rincian 20 kasus baru sejauh ini. Ia memaparkan butuh waktu yang lebih lama untuk menangani penyebaran varian baru Corona ini di ibu kota tersebut.

“Pengurutan gen menunjukkan bahwa 12 dari 276 kasus corona baru ini terdeteksi positif mengidap varian corona Inggris meski sumber wabah baru ini tetap tidak diketahui,” kata Long dalam rapat kabinet pemerintah pada Selasa (2/2/2021), dikutip dari laman Reuters.

“Varian baru menyebar dengan cepat, kami harus lebih cepat,” kata Wakil Perdana Menteri Vu Duc Dam, yang memimpin Satgas Covid-19, pada pertemuan pemerintah.

Berkat pemeriksaan massal dan karantina yang ketat, Vietnam berhasil menekan penyebaran virus Corona di negara Asia Tenggara itu. Sejauh ini, Vietnam mencatat 1.851 kasus dan 35 kematian.

Jumlah itu menjadi salah satu yang terendah di Asia Tenggara. Dikutip dari laman Reuters, Vietnam bahkan mendapat pujian dari seluruh dunia lantaran dianggap negara yang paling sukses sejauh ini menanggapi pandemi COVID-19.

“Hanoi harus meningkatkan langkah-langkah untuk membendung virus. Kementerian Kesehatan akan mendukung kota-kota untuk meningkatkan kapasitas pengujian menjadi 40 ribu tes per hari,” papar Long.

Hanoi telah melakukan lebih dari 15 ribu pemeriksaan COVID-19 sejak kemunculan kasus terbaru. Long menuturkan saat ini Vietnam mampu melakukan 5.000 tes corona dalam sehari.

Long mengatakan klaster penularan baru ini pertama kali muncul dan menyebar di utara Provinsi Hai Duong. Long menyebut, pemerintah telah mengendalikan klaster baru tersebut enam hari sejak kemunculan kasus pertama.

Baca Juga

Back to top button