Bansos Covid-19 Dikorupsi Sembari Menikmati Hiburan Malam di Tempat Karaoke

Abadikini.com, JAKARTA – Transaksi suap dalam kasus korupsi pengadaan bantuan sosial (bansos) Covid-19 di Kemensos telah memasuki tahap rekonstruksi. Dari serangkaian adegan yang direkonstruksi oleh pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) transaksi dilakukan di sejumlah tempat mulai dari sekitar di dalam area Kemensos bahkan sampai di tempat hiburan malam.

Diketahui, KPK menggelar rekonstruksi kasus dugaan suap bansos COVID-19 di Gedung ACLC KPK Kavling C1, Rasuna Said, Jakarta Selatan. Rencananya, akan ada 15 adegan rekonstruksi yang akan digelar.

Dalam salah satu adegan yang digelar, Senin (1/2/2021) ada tim penyidik KPK yang memerankan Indra Rukman dan Rajif Amin. Indra Rukman merupakan anak dari Andi Rukman Karumpa, yang saat ini jabat Ketua DPP Golkar sekaligus Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia serta Dewan Kehormatan HIPMI.

Namun keberadaan pemeran Indra Rukman dan Rajif Amin tidak berlangsung lama dalam reka adegan tersebut. Pemeran Indra dan Rajif hanya disejajarkan dengan Direktur Utama PT Mandala Hamonangan Sude Rangga Derana Niode dan Direktur Utama PT Agri Tekh Sejahtera Lucky Falian Setiabudi.

Informasi diterima bahwa Indra Rukman adalah investor di PT Mandala Hamonangan Sude, dan
beneficial owner PT MHS tersebut adalah Harry Van Sidabukke.

Dalam adegan juga masih terlihat ada pengusaha Harry Van Sidabukke dengan pejabat pembuat komitmen (PPK) Kemensos Matheus Joko Santoso. Setelah adegan itu difoto, kemudian pemeran adegan dibubarkan dan dilanjutkan ke adegan sebelumnya.

Dalam adegan hanya terlihat kejadian tersebut dilakukan pada Juli 2020. Adegan tersebut merupakan rekonstruksi yang ke sembilan, dan tertulis pemberian suap tahap ketujuh dengan nominal Rp100 juta di ruangan Sekretariat Lantai 5 Gedung Kemensos.

Pada adegan sebelumnya, memperlihatkan penyerahan uang dari Harry Sidabukke ke Matheus Joko Santoso. Penyerahan uang suap itu disaksikan Direktur Utama PT Mandala Hamonangan Sude Rangga Derana Niode dan Direktur Utama PT Agri Tekh Sejahtera Lucky Falian Setiabudi.

Ada juga adegan penyerahan uang dari tersangka Harry Van Sidabuke kepada Agustri Yogaswara alias Yogas. Yogas merupakan operator dari Anggota Komisi II DPR dari PDIP Ihsan Yunus.

Dalam adegan, Harry menyerahkan uang senilai Rp 1.532.044.000 kepada Yogas. Penyerahan uang di dalam mobil di kursi belakang yang merupakan rekonstruksi keenam itu dilakukan di Jalan Salemba Raya pada Juni 2020.

Harry pun bertemu dengan Yogas kembali pada November 2020 di kantor PT Mandala Hamonangan Sude. Saat itu Harry memberikan dua sepeda Brompton ke Yogas pada pertemuan itu. Dua sepeda itu dimasukkan Harry ke bagasi mobil.

Selain itu, penyidik KPK menguak ada dugaan penyerahan uang suap yang terjadi di Karaoke Raia di bilangin SCBD, Jakarta Selatan. Uang itu diserahkan sekitar Oktober 2020.

Berdasarkan rekonstruksi penyidik KPK, uang senilai Rp50 juta diserahkan tersangka penyuap Harry Van Sidabukke ke Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian Sosial Matheus Joko Santoso.

Namun terjadi silang pendapat mengenai uang tersebut. Harry mengatakan uang Rp50 juta itu justru digunakan untuk ‘hiburan’ di lokasi karaoke tersebut.

“Saya enggak mungkin menyerahkan di bawah Rp100 juta,” kata Harry.

Harry dan Matheus merupakan dua dari lima tersangka yang sudah dijerat lembaga antirasuah. Penyidik KPK menuturkan rangkaian pemberian uang dilakukan dengan pelbagai cara dan terjadi di sejumlah lokasi.

Plt Jubir KPK Ali Fikri mengatakan, rekonstruksi digelar salah satunya untuk memperjelas perbuatan suap yang diterima para pejabat di Kemensos tersebut.

“Poin pentingnya agar menjadi jelas rangkaian konstruksi perkara,” ujar Ali Fikri.

 

Baca Juga

Berita Terkait
Close
Back to top button