Hasutan Trump Berujung Kerusuhan Capitol Hill, 30 Ribu Republikan Membelot

Abadikini.com, WASHINGTON DC – Dikabarkan lebih dari 30 ribu Republikan terdaftar telah beralih partai sejak insiden kerusuhan di Capitol Hill pada 6 Januari lalu.

Baca Juga

The Hill melaporkan pada Rabu (27/1), 30 ribu orang tersebut berada di beberapa negara bagian yang menyediakan data pemilu mingguan dan jumlah pemilih yang berpindah. Sehingga, angka sebenarnya mereka yang meninggalkan Partai Republik kemungkinan bisa lebih tinggi.

Meskipun perubahan haluan adalah hal yang biasa bagi pemilih, tetapi insiden di Capitol Hill membuat “migrasi” besar-besaran dari Republik ke Demokrat.

Berdasarkan data, pemilih yang paling banyak beralih berada di Pennsyvania, yaitu 3.476 dari total 10 ribu. Sebanyak 2.093 beralih ke Demokrat, sementara 1.184 lainnya ke partai kecil atau tidak sama sekali.

Kurang lebih 6.000 pemilih di Carolina Utara tercatat sudah meninggalkan Partai Republik, bersama 5.000 orang lainnya dari Arizona, 4.500 dari Colorado, dan 2.300 dari Maryland.

“Sebelum pemilu, trennya berlawanan, lebih banyak mendaftar Partai Republik. Ini tidak hanya seperti titik kecil, tetapi juga arah yang berbeda dari yang kita lihat di tahun-tahun sebelumnya,” ujar pakar pemungutan suara dan pemilihan di Universitas Florida, Michael McDonald.

Insiden kerusuhan di Capitol Hill terjadi ketika massa pendukung mantan Presiden Donald Trump menyerbu gedung Capitol dimana Kongres tengah melakukan pengesahan kemenangan Presiden Joe Biden. Kerusuhan diketahui telah menelan lima korban jiwa.

Peristiwa yang digambarkan sebagai “serangan terhadap demokrasi” itu dianggap menjadi tanggung jawab Trump karena melakukan hasutan pemberontakan. Akibatnya, Trump dimakzulkan untuk kedua kalinya oleh DPR pada 13 Januari.

Baca Juga

Back to top button