Sebut Vaksin Sinovac Barang Rongsokan dari China, Ribka Tjiptaning Dimutasi PDIP ke Komisi VII

Abadikini.com, JAKARTA – Usai melontarkan pernyataan yang kontroversial soal vaksin Sinovac barang rongsokan anggota DPR RI Komisi IX Ribka Tjiptaning dirotasi ke Komisi VII.

Baca Juga

Tak hanya Ribka Tjiptaning, Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) DPR RI juga melakukan rotasi anggotanya di sejumlah komisi di DPR RI.

Rotasi Ribka Tjiptaning ini tertuang dalam surat Fraksi PDIP DPR RI Nomor 04/F-PDIP/DPR-RI/I/2021. Surat ini dibenarkan oleh Sekretaris Fraksi PDIP DPR RI, Bambang Wuryanto.

“Benar,” kata Bambang kepada wartawan, Senin (18/1/2021).

Ada 5 anggota fraksi PDIP yang dirotasi. Selain Ribka TJiptaning, ada Ihsan Yunus yang dirotasi. Dia dirotasi dari Wakil Ketua Komisi VIII menjadi anggota Komisi II.

Lalu Johan Budi Sapto Prabowo dari anggota Komisi II menjadi anggota Komisi III.

Serta dua nama lainnya, yakni Gilang Dhielafararez dari anggota Komisi VI menjadi anggota Komisi III dan Marinus Gea dari anggota Komisi III menjadi anggota Komisi XI.

Dihubungi terpisah, politikus PDIP, Hendrawan Supratikno, mengatakan rotasi ini merupakan hal yang wajar. Demi mencari suasana baru.

“Tak perlu dilebih-lebihkan. Tujuannya untuk keluar dari rutinitas dan mencari suasana baru. Dulu saya dipindah dari Komisi VI ke Komisi XI dalam rangka menambah indeks kesegaran gagasan,” kata Hendrawan seperti dikutip detikcom.

Belum ada konfirmasi dari PDI Perjuangan apakah rotasi Ribka ini berkaitan dengan pernyataannya yang menyebut vaksin Covid-19 Sinovac asal China sebagai barang rongsokan.

Diberitakan sebelumnya, Anggota Komisi IX DPR, Ribka Tjiptaning, kembali mengeluarkan pernyataan kontroversial terkait vaksin Sinovac.

Setelah sebelumnya tegas menolak divaksin, kini politisi PDIP itu menyebut vaksin Sinovac asal China tersebut sebagai barang rongsokan.

“Saya sudah bilang, negara tidak boleh berbisnis dengan rakyatnya. Kebetulan saya punya banyak teman di China, sebetulnya Sinovac ini, istilahnya barang rongsokanlah di sana. China sendiri sudah jarang pakai Sinovac sebenarnya,” ujar Ribka saat rapat kerja Komisi IX DPR RI di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/1/).

Alih-alih mengimpor barang dari China, ia justru berharap Indonesia lebih mengutamakan vaksin dalam negeri yang sedang dibuat, yakni Vaksin Merah Putih.

“Kenapa Merah Putih tidak kita seriuskan lagi?” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia turut menyinggung pernyataan sebelumnya yang menolak divaksin. Dijelaskan, pasca melontarkan pernyataan kontroversial tersebut di depan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat raker Selasa kemarin (12/1), ia langsung ditegur PDIP.

Namun ia menjelaskan, alasan dirinya menolak divaksin tak lain karena faktor keamanan.

“Saya sampai ditegur partai, enggak tahu yang lapor siapa. Tapi buat saya konsekuensi logis, ini keamanan rakyat. Saya juga wakil rakyat,” jelasnya.

Baca Juga

Back to top button