Trending Topik

Keluarga Besar Partai Bulan Bintang Berduka atas Bencana Alam di Kalsel dan Sulbar

Abadikini.com, JAKARTA – Sekjen Partai Bulan Bintang (PBB) Afriansyah Noor turut berdukacita atas bencana alam yang melanda Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Sulawesi Barat (Sulbar). Afriansyah mengatakan, keluarga besar PBB merasa prihatin atas banjir di Kalsel dan gempa di Sulbar.

“Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, kami mendoakan kalian semoga tetap tabah dan tawakal. Semoga semua ujian ini bisa cepat berlalu dan Allah akan memberikan rahmat yang sebesar-besarnya untuk kalian semua saudara-saudaraku. Amin Ya Rabbal Alamin,” kata Afriansyah dalam keterangan, Jumat (15/1/2021).

Dia juga meminta kepada para kader yang ada di wilayah Kalsel dan Sulbar yang selamat dari bencana tersebut untuk bisa membantu korban yang terdampak serta memberikan bantuan kepada korban. Afriansyah juga meminta agar pemerintah setempat maupun pusat untuk bertindak cepat memberikan bantuan.

“Saya harap para kader PBB bisa membantu korban dan pemerintah bisa bergerak cepat untuk memberikan bantuan,” ujarnya.

Dikutip dari Antara, gempa mengguncang wilayah Majene, Sulawesi Barat pada Jumat dini hari (15/1/2021). Gempa terjadi sekitar pukul 01.28 WIB atau 2.28 WITA. Merujuk data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di darat. Tepatnya 6 kilometer Timur Laut Majene. Gempa juga terasa hingga wilayah Palu, Sulawesi Tengah dan Makassar, Sulawesi Selatan.

Sementara, sebagian wilayah di Kalimantan Selatan (Kalsel) dikepung banjir sejak Kamis (14/1). Ketinggian air bervariasi hingga mencapai satu meter lebih. Jalur transportasi utama yang terputus sudah bisa dilalui.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel Mujiyat mengatakan wilayah terparah yang terkena banjir adalah Kabupaten Banjar dan Kabupaten Tanah Laut.

Di Tanah Laut, daerah yang terparah terkena banjir ialah Kecamatan Bati-Bati, Tambang Ulang, dan Kurau. Ketinggian air berkisar 50 centimeter hingga 1 meter.

Di Tanah Laut, banjir merendam jalan raya poros dari arah Banjarmasin menuju Pelaihari dan sebaliknya, sehingga arus lalu lintas juga dialihkan ke jalur alternatif.

Di Kabupaten Banjar, daerah paling terdampak Kecamatan Pengaron dari sepuluh kecamatan yang terjadi banjir. BPBD pun telah mendirikan dapur umum dan posko pengungsian bagi warga yang rumahnya terendam.

Selain itu, ada lima wilayah lainnya yang terdampak air pasang akibat tingginya curah hujan yaitu Kota Banjarbaru, Kabupaten Tapin, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kabupaten Balangan, dan Kabupaten Tabalong.

Di Kabupaten Tapin, warga yang terdampak banjir mencapai 85 kepala keluarga (KK) di RT 13 dan RT 14, Kelurahan Raya Belanti, Kecamatan Binuang. Ketinggian airnya 30-50 Cm.

Di Hulu Sungai Selatan, enam kecamatan terdampak banjir setinggi 20-150 Cm. Yakni, Kecamatan Loksado, Padang Batung, Kandangan, Angkinang, Telaga Langsat dan Sungai Raya.

Baca Juga

Back to top button