Novel Bamukmin Minta Polisi Tangkap Ahok dan Raffi Ahmad, Kasus Apa Yah?

Abadikini.com, JAKARTA – Juru Bicara PA 212 Novel Bamukmin mendesak pemerintah menindak tegas kerumunan Raffi Ahmad yang berpesta ria tanpa protokol kesehatan setelah menerima vaksin pagi harinya di Istana Negara pada Rabu (13/1/2021) kemarin.

Novel menyebut seharusnya polisi segera bergerak menangkap Raffi, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan orang-orang yang terlibat dalam kerumunan itu, seperti halnya Habib Rizieq Shihab.

“Kami meminta untuk Ahok dan Raffi Ahmad dkk agar ditangkap,” kata Novel kepada Suara.com yang dilansir Abadikini.com, Kamis (14/1/2021).

Dia juga menyinggung pemilik Waterboom Lippo Cikarang James Riady yang tidak diproses hukum oleh polisi meski sudah menciptakan kerumunan dengan diskon yang mengundang keramaian pekan lalu.

“Hukum harus tegak tidak berpihak kepada pihak penguasa, termasuk James Riyadi juga harus ditangkap karna korban covid terus berjatuhan,” ujarnya.

Senadana dengan Novel, Kuasa Hukum Habib Rizieq Shihab, Aziz Yanuar meminta pemerintah untuk adil dengan mengusut tuntas terkait kerumunan Artis Raffi Ahmad, yang berpesta tanpa protokol kesehatan usai menerima vaksinasi di Istana, Rabu (13/1) pagi.

Ia menyatakan bahwa seharusnya orang-orang yang terlibat dalam kerumunan Raffi Ahmad itu juga diproses hukum seperti halnya Habib Rizieq Shihab.

“Harusnya hukum berlaku sama baik untuk HRS dan warga negara lain, untuk buktikan Indonesia negara hukum. Bukan negara kesewenang-wenangan,” katanya.

“Ini penegakan hukum diskriminatif dan tak berkeadilan nyata terang benderang,” tegasnya.

Sementara itu Kapolsek Mampang, Kompol Sujarwo menagskan bahwa acara pesta tersebut dipastikan tidak ada izinnya.

“Yang pasti dari pihak kepolisian tidak ada menerima pemberitahuan, tidak mengeluarkan izin,” kata Sujarwo kepada media, Kamis (14/1).

Sujarwo mengaku pihaknya kesulitan mendeteksi kegiatan yang terjadi di wilayah tersebut. Menurutnya, pesta yang kemudian diduga melanggar protokol kesehatan Covid-19 itu digelar di rumah pribadi.

“Itu rumah pribadi ya, bukan cafe dan sebagainya,” ujarnya.

Menurut Sujarwo, berdasarkan informasi awal yang dihimpun kepolisian, pesta tersebut dihadiri oleh sekitar 30 orang.

Mobil-mobil para tamu, kata Sujarwo, juga terparkir di dalam rumah sehingga tak menutupi jalan dan memperlihatkan tanda-tanda terjadinya kerumunan.

“Kami sedang di lokasi dulu, kami data-data dulu. Cuma memang lokasi itu, yang punya acara itu anaknya atau bapaknya,” katanya,.

Baca Juga

Back to top button