Trending Topik

Pengamat Sebut Blusukan Risma Manuver Politik Pilgub DKI Lawan Anies

Abadikini.com, JAKARTA – Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar, Ujang Komarudin menanggapi atas aksi blusukan di DKI Jakarta yang dilakukan oleh Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini (Risma) yang akhir-akhir ini ramai diperbincangkan publik.

Ujang menilai, aksi blusukan Tri Rismaharini (Risma) merupakan suatu manuver politik.

Hal itu di utarakan Ujang dalam acara “Apa Kabar Indonesia” bertajuk “Risma Blusukan, Kerja atau Manuver Politik?” dalam kanal YouTube Talk Show tvOne, yang tayang, Jumat (8/1/2021) kemarin.

“Kalau apa yang dilakukan politisi ya tentu manuver politik,” kata Ujang.

Selain itu, Ujang menilai bahwa setelah kekalahan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, PDIP berkeinginan untuk merebut posisi gubernur dari partai lain.

“Pasca kekalahan Ahok di Pilkada 2017 lalu, ini PDIP ingin merebut posisi gubernur dari tangan partai lain, dan itu secara politik tidak ada yang aneh,” tegas Ujang.

Menurut Ujang, persaingan antara Risma dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sudah terlihat semenjak Risma menjadi Wali Kota Surabaya, dan semakin menjadi-jadi ketika Risma dilantik sebagai menteri.

“Kita lihat saja kronologinya bagaimana dulu ketika Risma jadi wali kota, itu dibanding-bandingkan dengan Anies terkait dengan pengelolaan sampah mana yang lebih baik, terkait penanganan corona, dan lain-lain,” katanya.

“Indikator itu sudah ada sejak Risma menjadi Wali Kota Surabaya, dibanding-bandingkan dengan Anies. Ketika menjadi Mensos pas dilantik kemarin, itu mohon maaf tambah menjadi-jadi,” sambung Ujang.

Oleh karena itu, berdasarkan insting politiknya, Ujang Komarudin meyakini bahwa ke depannya Risma akan didukung dan didorong untuk menjadi gubernur.

“Saya punya keyakinan, ini insting politik saja, Risma itu bisa didukung untuk didorang menjadi gubernur nanti di tahun 2022 ketika Pilkada dimajukan atau 2024 nanti,” beber Ujang.

Baca Juga

Back to top button