Ini Identitas Wanita Pendukung Trump Yang Tewas di Gedung Capitol

Abadikini.com, WASHINGTON – Seorang wanita yang tewas tertembak saat massa pro-Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyerbu Gedung Capitol untuk memprotes hasil pilpres, telah diketahui identitasnya. Wanita yang seorang pendukung kuat Trump ini merupakan veteran tentara Angkatan Udara AS.

Seperti dikutip dari AFP, Kamis (7/1/2021), media lokal AS mengidentifikasi wanita yang tewas itu sebagai Ashli Babbitt, yang berasal dari San Diego, California. Babbitt disebut sebagai mantan tentara AS, yang belasan tahun mengabdi pada Angkatan Udara atau Air Force AS.

“Wanita itu adalah Ashli Babbitt, seorang veteran (militer AS) selama 14 tahun, yang mengabdi empat misi tur bersama Angkatan Udara AS,” demikian laporan stasiun televisi lokal San Diego, KUSI, mengutip keterangan suami Babbitt.

“Dia seorang pendukung kuat Presiden Trump,” imbuh laporan KUSI.

Kepolisian Washington DC mengonfirmasi seorang wanita tewas usai terkena tembakan di dada saat para personel kepolisian menggunakan senjata api mereka untuk menghadapi massa pro-Trump yang menerobos masuk ke Gedung Capitol dan memicu kekacauan pada Rabu (6/1) waktu setempat.

Namun pihak kepolisian belum merilis identitasnya atau memberikan informasi detail soal kronologi penembakan maut itu. Disebutkan kepolisian bahwa penembakan itu tengah diselidiki.

Babbitt diduga tertembak di tengah kekacauan dan aksi kekerasan yang berlangsung di dalam Gedung Capitol AS, di mana beberapa personel keamanan menggunakan senjata api mereka saat massa pro-Trump menerobos masuk.

Kepolisian setempat hanya menyebut bahwa dia meninggal dunia tak lama setelah terkena tembakan, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Laporan televisi lokal AS, Fox 5, menyebut Babbitt memiliki bisnis di San Diego bersama suaminya, yang tidak ikut dengannya ke Washington DC. “Saya tidak tahu mengapa dia memutuskan untuk melakukan ini,” ucap ibu mertua Babbitt kepada Fox 5.

Di Twitter, Babbitt menyebut dirinya dengan veteran militer AS pada akunnya dan menegaskan kecintaannya pada AS. Beberapa waktu terakhir dia me-retweet pesan dukungan untuk Trump dan pesan orang-orang yang datang ke Washington DC pada Rabu (6/1) untuk ikut aksi memprotes hasil pilpres AS.

“Tidak ada yang akan menghentikan kita mereka bisa berusaha dan berusaha, tapi badainya di sini dan itu akan turun ke DC dalam kurang dari 24 jam gelap ke terang!” tulisnya pada Selasa (5/1) waktu setempat.

Baca Juga

Back to top button