Trending Topik

Bos Alibaba Jack Ma Tak Hilang, Hanya Sengaja tidak Muncul di Publik

Abadikini.com, JAKARTA – Sebuah laporan menyebutkan bahwa miliarder asal China sekaligus pendiri Alibaba, Jack Ma tidak menghilang. Jurnalis CNBC, David Faber, melaporkan hal tersebut pada Selasa (5/1) mengutip seorang sumber yang dekat dengan Ma.

Baca Juga

Jack Ma disebut memang sengaja tidak muncul ke publik.

Faber mengatakan Ma “kurang terlihat, dengan sengaja”, tapi ia tidak hilang.

“Apa yang dapat saya katakan kepada Anda adalah bahwa dia sangat mungkin berada di Hangzhou, di mana Alibaba bermarkas, dan dengan sengaja tidak terlihat. Tapi itu tidak berarti dia hilang,” kata Faber seperti dikutip dari Times Now News.

“(Ma) belum ditangkap, dia belum diambil, dan tidak ada indikasi bahwa pemerintah akan memindahkannya dengan cara tertentu,” ujarnya.

Baru-baru ini, spekulasi seputar keberadaan Jack Ma ramai diperbincangkan. Berbagai media melaporkan bahwa Ma belum terlihat di hadapan publik sejak. Ia mengkritik regulator dan Bank milik China saat menjadi pembicara sebuah konferensi teknologi finansial pada Oktober 2020.

Kritik itu disebut menuai kemarahan dari regulator China dan membuat perusahaan Ma seperti Ant Group dan Alibaba mendapatkan tekanan regulasi dari otoritas China.

Sementara Ant Group dan Alibaba tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar.

“Saya pikir dia (Ma) telah diberitahu untuk bersembunyi. Ini adalah situasi yang cukup unik, lebih terkait dengan skala Ant belaka dan sensitivitas atas regulasi keuangan,” kata Ketua Konsultan Teknologi BDA China yang berbasis di Beijing kepada Reuters.

Sementara itu, seorang konsultan bisnis di Shanghai, Shaun Rein, mengatakan dia bertemu dengan manajer Alibaba dan orang-orang yang mengenal Ma. Mereka mengatakan Jack Ma tidak sedang dalam masalah hukum.

“Mereka memukulnya. Dia belajar, dan itulah mengapa dia diam selama dua bulan terakhir. Beberapa temannya mengatakan kepada saya bahwa mereka tidak percaya betapa bodohnya dia,” kata Rein, yang juga pendiri China Market Research Group.

Sumber Berita
CNN Indonesia

Baca Juga

Berita Terkait
Close
Back to top button