Trending Topik

Mantan Ketua MK Ini Tawarkan Pendiri Alibaba Jack Ma jadi WNI

Abadikini.com, JAKARTA – Pendiri Alibaba Jack Ma dikabarkan menghilang sejak mengkritik keras otoritas keuangan China. Jack Ma tidak muncul dalam acara pencarian bakat wirausaha Afrika yang dia gagas bertema “Pahlawan Bisnis Afrika”, pada November 2020 lalu.

Posisi Jack Ma sebagai juri pada final kontes itu diganti. Bahkan, Foto Jack Ma pun dihapus dari halaman web penjurian. Jack Ma juga tidak diikutsertakan dalam video promosi acara untuk wirausahawan pemula itu.

Sehingga dunia dihebohkan dengan hilangnya miliarder teknologi asal China itu selama lebih dari dua bulan. Kabar hilangnya Jack Ma juga memunculkan banyak spekulasi penyebabnya, diantaranya kritiknya terhadap pemerintah China.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie ikut memperhatikan kabar hilangnya sang konglomerat  asal negeri tirai bambu ini. Dia berharap Jack Ma baik-baik saja.

Ada berita hilangnya Jack Ma dari publik selama bulan bulan trakhir setelah beredar berita tentang kritiknya terhadap pemerintahan RRC. Semoga tidak apa apa,” tulis Jumly seperti dikutip dari akun twitter pribadinya, @JimlyAs, Selasa (5/1/2021).

Untuk itu, kata Senator asal DKI Jakarta ini menyampaikan bahwa, ada baiknya bila ada solidaritas untuk membantu Jack Ma bila benar bermasalah dengan kritiknya terhadap pemerintah China. Bahkan dia menawarkan jika Jack Ma siap Indonesia siap angkat Jack Ma sebagai Warga Negara Indonesia (WNI)

Baik juga jika dunia akal sehat bisa bantu selamatkan dan mesti ada negara yang tawarkan status bila perlu jadi warga negara. Kalo kita siap, WNI juga ok,” kata Prof Jimly.

Terlepas dari banyaknya spekulasi menghilangnya Jack Ma, Jimmly berharap Jack Ma hanya sedang menutup diri sementara tampil di muka publik.

Semoga Jack Ma sendiri yang menutup diri untuk sementara waktu,” harapnya.

Seperti dilaporkan Financial Times, akhir pekan ini, final acara wirausaha Afrika itu berlangsung pada November 2020, tak lama setelah miliarder teknologi China itu menyampaikan pidato pedas yang ​​mengkritik regulator China dan bank-bank milik negara.

Setelah pidato itu, Ma mendapat tekanan dari Pemerintah China dan rencana penawaran umum perdana (IPO) Ant Group senilai 37 miliar dolar AS di Bursa Shanghai dan Hong Kong, ditangguhkan.

Ma tidak pernah terlihat di depan umum sejak saat itu. Seorang juru bicara Alibaba mengatakan ada agenda yang bentrok sehingga Jack Ma tidak bisa lagi menjadi bagian dari panel juri terakhir Pahlawan Bisnis Afrika.

Baca Juga

Back to top button