Trending Topik

Terungkap di Debat Publik Raup-Iskandar Tidak Memiliki Program Penanganan Banjir di Konawe Utara

Abadikini.com, WANGGUDU – Terungkap dalam visi misi pasangan calon bupati-wakil bupati Konawe Utara Raup-Iskandar Z Mekuo (NKRI) tidak tertuang dengan gamblang program penangnan banjir di wilayah Konawe Utara.

Hal itu terungkap dalam debat publik pasangan calon bupati & wakil bupati kabupaten Konawe Utara tahun 2020 yang berlangsung hari ini, Kamis (3/12/2020) disiarkan secara langsung melalui facebook Komisi Pemilihan Umum (KPU) Konawe Utara seperti dilihat Abadikini.com.

Pada sekmen keempat yang mana moderator Agustin Ramli mempersilahkan kepada paslon untuk saling bertanya dan menanggapi.

Calon wakil bupati nomor urut 2 Abu Haera yang berpasangan dengan calon bupati petahana Ruksamin (RABU) mempertanyakan kepada paslon NKRI perihal kenapa dalam visi misi mereka tidak mencantumkan program penanganan banjir di Konawe Utara.

“Konawe Utara adalah salah satu daerah yang rawan banjir dan wilayahnya pertambangan dan memungkinkan akan terjadi erosi, pertanyaan saya kenapa dalam visi misi saudara tidak ada satu pun yang menyoroti masalah pertambangan dan penanganan banjir? tanya Abu Haera.

Menaggapi hal itu, calon bupati Raup menjelaskan jadi kalau kita cermat secara seksama di program kami ada yang namanya program penunjang jaminan sosial. Jaminan sosial ini masuk kelompok dari pada penanganan banjir.

“Yang namanya peristiwa sosial atau peristiwa yang terjadi secara alami menelan korban sosial maka harus ada penanganan sosial,” ujar Raup.

Dimana terang Raup, penanganan sosial itu yang pertama langkah preventif yang kita lakukan ketika terjadi banjir kita harus sudah di lapangan. kemudian harus ada upaya yang kita lakukan setelah masyarakat yang terdampak banjir itu sendiri.

“Misalnya kita harus melakukan relokasi, kemudian memberikan tempat yang nyaman buat mereka yang tentu sudah dilakukan selama ini. Meskipun bapak ibu sekalian juga ini menjadi pekerjaan kita kedepan salah satunya kendala pembebasan lahan dan sebagainya,” bebernya.

Kemudian calon wakil bupati Iskandar menambahkan, Jadi terkait masalah banjir ini memang ada dua sikap kita sebagai pemerintah itu yang pertama antisipasi seperti yang sudah di jelaskan oleh pak Raup.

“Untuk mencegah banjir ini kebijakan yang akan kita lakukan bagaimana kita melakukan normalisasi kali, kemudian melakukan pengerukan supaya tidan terjadi pendakalan sungai, karena banjir itu akibat pendangkalan sungai sehingga hujan sedikit langsung meluap,” ujar Iskandar.

Setelah penjelasan panjang dari paslon Raup-Iskandar, kemudian calon nomor urut 2 Ruksamin menanggapi atas penjelasan Raup-Iskandar tersebut

Ruksamin menilai semua yang dijelaskan oleh Raup-Iskandar adalah cara penanganan. Menurut Ruksamin pemerintah dalam rangka melaksanaan sesuatu pekerjaan itu di mulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai dengan pertanggung jawaban.

“Nah, yang dimaksud tadi oleh rekan saya pak Abu Haera itu tidak di lihatnya di situ divisi program tentang bagaimana penanganan bencana secara umum. Nah ini yang kami maksudkan,” ujar Ruksamin.

“Kalau itu tidak ada programnya, maka sistem cantolanya nanti pada saat perencanaannya mau kita ambil dari mana? seperti apa?,” sambung Ketua DPW Partai Bulan Bintang (PBB) Sulawesi Tenggara itu pertanyakan?

Sebab, jelas Ruksamin, sistem perencanaan program sekarang semuanya sudah melalui online. Kalau tidak ada programnya maka tidak ada mungkin masuk dalam perencanaan program penanganan banjir kedepanya.

“Sistem perencanaan sekarang sudah sistem online, kalau itu tidak ada cantolannya maka tidak akan mungkin bisa masuk program itu,” tegas Ruksamin menjelaskan.

Ruksamin menambahkan, perluasan sungai hanya bagian dari salah satu. Tapi mulai dari bagaimana supaya sedapat mungkin tidak terjadi bencana ada langkah-langkah.

“Misalnya bagaiman kita menanam kayu (pohon) atau misalnya reboisasi, atau mungkin dengan masyarakatnya kita memberikan pemahaman. itu yang kami maksud. itu yang kami soroti,” bebernya.

“Jika nanti anda terpilih, kami khawatir penanganan bencana itu nantinya tidak tuntas,” pungkasnya.

Baca Juga

Back to top button