Pendamping Desa Dilatih Terus Tuk Jadi Profesional

Abadikini.com, JAKARTA – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengharapkan pendamping Desa menjadi bagian terpenting dalam mengawal kemajuan Desa. Keberadaannya sangat mempengaruhi peningkatan pembangunan, pendapatan, serta memberikan pelatihan ke masyarakat.

Untuk itu, pendamping desa perlu terus ditingkatkan dengan diberikan pelatihan dan edukasi. Ia ingin kapasitas pendamping desa melebihi tenaga pendamping dari lembaga dan kementerian lainnya.

“Saya ingin pendamping desa memiliki kapasitas yang di atas rata-rata pendamping dari Kementerian lain,” kata dia dalam keterangan tertulis, Rabu (18/11/2020).

Ketika membuka acara Training of Trainer (TOT) Peningkatan Kapasitas Tenaga Pendamping Profesional di Jakarta, Selasa (17/11), ia mengatakan hampir semua kementerian dan lembaga memiliki tenaga pendamping, mulai dari Kemensos, Kemendes, Kemenag hingga BKKBN. Semua penyuluh atau pendampingan itu tugasnya langsung menyentuh warga desa.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pendamping desa merupakan pendamping yang meiliki wilayah harus mampu memetakan masalah-masalah yang sedang dihadapi warga dampingannya. Bahkan, persoalan kesehatan pun harus dipikirkan oleh pendamping desa.

Pendamping Desa yang sudah dikualifikasi, harapnya, dapat membantu Sistem Informasi Desa yang update setiap saat, sehingga dapat menyajikan wajah dan prototipe seluruh desa di Indonesia.

Selain itu, sistem tersebut di atas juga dapat digunakan oleh semua lembaga dan kementerian sebagai referensi kebijakan. Pendamping desa cukup menyajikan data kepada kementerian dan lembaga terkait apabila ada persoalan desa yang harus segera ditangani.

“Dengan demikian, tidak ada overlapping intervensi dalam konteks percepatan pembangunan desa antara satu Kementerian dengan lainnya,” tandasnya.

Back to top button