Vaksin Covid-19 dari Moderna Diuji Coba di AS

Abadikini.com, JAKARTA – Kini ada vaksin baru lagi yang diumumkan efektif bisa melindungi Covid-19 hampir 95 persen efektif. Yaitu vaksin Covid-19 dari perusahaan asal Amerika Serikat, Moderna.

Baca Juga

Hasilnya sama efektifnya seperti vaksin asal AS sebelumnya yakni Pfizer. Karena dengan adanya dua vaksin ini sangat membantu dunia kesehatan bahwa sudah ada vaksin yang dapat mengakhiri pandemi.

Perusahaan itu menggunakan pendekatan yang sangat inovatif dan eksperimental untuk merancang vaksin mereka. Moderna mengatakan temuan ini bisa memberikan harapan untuk dunia

“Hari yang luar biasa,” kata para ilmuwan seperti dilansir dari BBC, Selasa (17/11).

Rencananya kedua perusahaan itu mau mengajukan permohonan persetujuan darurat untuk menggunakan vaksin itu dalam beberapa minggu ke depan. Namun, ini masih data awal.

Kabarnya uji coba tersebut melibatkan 30 ribu orang di AS dengan setengahnya diberi dua dosis vaksin, dengan jarak empat minggu. Sisanya mendapat suntikan tiruan.

Hasil analisis ini didasarkan pada 95 orang pertama yang mengalami gejala Covid-19. Hanya lima dari kasus Covid-19 terjadi pada orang yang diberi vaksin, 90 di antaranya yang diberi pengobatan tiruan. Perusahaan mengatakan vaksin tersebut melindungi atau manjur pada 94,5 persen orang.

“Efektivitas keseluruhannya luar biasa. Ini hari yang luar biasa,” kata Kepala petugas medis di Moderna Tal Zaks, kepada BBC News.

Presiden perusahaan Dr Stephen Hoge mengatakan, tak menyangka vaksin itu bisa menunjukkan hasil yang maksimal. “Saya kira tidak ada dari kami yang menyangka vaksin itu 95 persen efektif mencegah penyakit Covid-19, itu benar-benar realisasi yang menakjubkan,” ungkapnya.

Ketersediaan vaksin, kata Moderna, akan ditentukan berdasarkan izin darurat oleh regulator di AS dalam beberapa minggu mendatang. Vaksin ini diharapkan memiliki 20 juta dosis yang tersedia di negara tersebut.

Perusahaan berharap memiliki hingga satu miliar dosis tersedia untuk digunakan di seluruh dunia tahun depan dan berencana untuk meminta persetujuan di negara lain juga.

Adapun kekurangannya, belum diketahui apakah vaksin itu hanya menghentikan orang menjadi sakit parah, atau menghentikan bisa sampai tak menularkan. Sejauh ini tidak ada masalah efek samping yang signifikan yang dilaporkan. Hanya sakit kepala dan nyeri ringan yang dilaporkan setelah injeksi pada beberapa pasien.

Baca Juga

Berita Terkait
Close
Back to top button