Trending Topik

Berhijab, Zeena Ali: Senang Bekerja di Kepolisian Selandia Baru

Abadikini.com, WELLINGTON – Ini merupakan sejarah terkini bagi kepolisian Selandia Baru, menerima Zeena Ali (30) menggunakan hijab dengan seragam polisi. Dan kini Kepolisian Selandia Baru memiliki seorang anggota yang menggunakan hijab.

Zeena Ali mengaku senang menjadi anggota kepolisian dengan tetap bisa menggunakan atribut agamanya. Zeena baru saja lulus dari sekolah kepolisian pekan lalu.

“Senang rasanya bisa bekerja sebagai Kepolisian Selandia Baru dan tetap menggunakan hijab sebagai bagian dari seragam saya. Saya harap akan lebih banyak perempuan Muslim yang ingin bergabung juga (di kepolisian),” ujarnya dilansir di About Islam, Selasa (17/11).

Zeena Ali lahir di Fiji dan pindah ke Selandia Baru saat masih kecil. Zeena memutuskan bergabung dengan Kepolisian Selandia Baru setelah serangan teror di Christchurch yang menewaskan 51 Muslim.

“Saat itulah saya menyadari harus ada perempuan Muslim yang bertugas di kepolisian, untuk membantu dan memberikan mendukung kepada orang-orang Muslim di saat genting seperti ini. Jika saja saya bergabung dengan kepolisian lebih awal, saya pasti ada di sana untuk membantu,” katanya.

Kebanyakan perempuan Muslim, katanya, takut berbicara kepada polisi. Bahkan lebih mungkin mereka akan menutup pintu saat seorang polisi datang dan mengajak bicara.

“Jika saja kita memiliki lebih banyak polisi perempuan di garis depan, tentu kita akan dapat mengurangi lebih banyak kejahatan,” ujarnya

Diketahui, Muslim di Selandia Baru hanya sekitar satu persen dari total populasi. Mereka berasal dari imigran Muslim Asia Selatan dan Eropa Timur yang menetap di Selandia Baru pada awal 1900-an hingga 1960-an.

Imigrasi Muslim skala besar dimulai pada 1970-an dengan datangnya orang Indian Fiji, diikuti pada 1990-an oleh pengungsi dari berbagai negara yang dilanda perang. Pusat Islam pertama dibuka pada 1959 dan sekarang terdapat beberapa masjid dan dua sekolah Islam.

Baca Juga

Back to top button