Serah Terima dan Pisah Sambut Kepengurusan DPN Peradi, Otto Hasibuan Siap Tingkatkan Kualitas Advokat

Abadikini.com, JAKARTA – Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN Peradi) masa bakti 2015-2020 gelar serah terima dan pisah sambut kepada pengurus 2020-2025, Jumat (13/11/2020).

Ketua Umum DPN Peradi Periode 2015-2020, Fauzie Yusuf Hasibuan menitipkan pesan kepada Ketua Umum DPN Peradi 2020-2025, Otto Hasibuan dan pengurus baru lainnya agar lebih baik kedepannya.

“Mudah-mudahan selama masa kepemimpinan Pak Otto Hasibuan ini bisa berjalan sebaik-baiknya. Akan bisa berprestasi lebih dari yang dicapai hari ini,” katanya dalam siaran pers, Sabtu (14/11/20).

Otto dimata Fauzie merupakan sosok advokat yang memiliki banyak kesibukan. Namun, dengan pembagian tugas yang telah ditentukan oleh Otto, ia yakin kepengurusan 2020-2025 akan berjalan lancar.

“Saya berharap tata kelola ini tetap terkoordinasi dengan ketua umum sehingga apapun yang menjadi keputusan harus nyambung dengan ketua umumnya,” ujarnya.

Selain itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPN Peradi periode 2015-2020, Thomas E Tampubolon mengatakan Peradi ke depan akan makin maju di bawah kepemimpinan Otto Hasibuan.

“Kami yakin dengan pengurus yang baru, khususnya Pak Otto Hasibuan yang sudah punya pengalaman banyak bisa membawa organisasi ini lebih maju ke depan,” katanya.

Kepada pengurus beserta staf, Thomas pun berpesan agar eksistensi dan nama besar Peradi terus dijaga. Ia tak ingin Peradi menjadi organisasi yang ‘berantakan’, sebagaimana organisasi lainnya.

“Saya tentu mengharapkan jagalah baik-baik organisasi kita yang sudah kita besarkan ini. Apapun yang terjadi dalam pergerakan organisasi yang dikatakan carut-marut organisasi, saya selalu mengatakan bahwa biarkan orang lain yang carut-marut organisasinya. Tetapi Peradi kita tidak pernah carut-marut,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPN Peradi periode 2020-2025, Otto Hasibuan, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pengurus Peradi masa bakti 2015-2020.

“Terima kasih Pak Sekjen, Pak Fauzie, atau pengurus lama semua. Yang sudah, dengan segala tantangan yang ada, bisa melalui, mengantarkan kapal ini kepada tujuan,” tandasnya.

Otto pun memuji apa yang telah dicapai kepengurusan DPN Peradi lima tahun ke belakang. Menurutnya, sudah banyak prestasi yang mereka torehkan.

“Meskipun masih banyak perompak-perompak di kapal yang harus kita selesaikan. Saya tahu betapa besar tantangan yang sudah dilalui dan kita merasakan keberhasilan beberapa hal, walaupun masih banyak tantangan yang belum terselesaikan, yang sangat-sangat besar,” ujarnya.

Menurutnya, peningkatan kualitas advokat Indonesia hanya bisa dilakukan jika hanya ada satu organisasi profesi, yakni Peradi. Sebab dengan begitu standarisasi profesi advokat bisa ditentukan secara pasti.

Back to top button