Trending Topik

Pengamat Sebut Erick Thohir Catatkan Sejarah Baru Bangkitkan Perbankan Syariah di Indonesia

Abadikini.com, JAKARTA – Menteri BUMN Erick Thohir segera menggabungkan 3 anak usaha BUMN Bank Syariah, yaitu yaitu BNI Bank Mandiri Syariah, Bank BRI Syariah dan Bank BNI Syariah. Ketiga bank tersebut diketahui telah melakukan penandatanganan Conditional Merger Agreement (CMA) Bank BUMN Syariah belum lama ini.

Dengan penggabungan ketiga Bank Syariah itu diharapkan akan tercipta sebuah bank syariah nasional terbesar di dunia yang mampu mendorong tujuan ekonomi syariah dalan mewujudkan keadilan bagi umat Islam di Indonesia khususnya dan umumnya masyarakat Indonesia.

Pengamat Politik dan Ekonomi Islam Muhammad Najib menilai upaya Menteri Erick Thohir menggabungkan bank-bank syariah BUMN ke dalam satu perbankan syariah merupakan momentum bersejarah.

Sebab, Menuurt dia, Erick Thohir telah mengambil keputusan besar atas penggabungan Bank Syariah BUMN itu, hal ini merupakan tonggak sejarah ke-2 terhadap proses Islamisasi sistem perbankan di Indonesia.

“Sejak ICMI (Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia) muncul, mereka kemudian bisa meyakinkan Presiden Soeharto kala itu, sehinggga tonggak sejarah pertama ditancapkan oleh Orde Baru ketika Soeharto mengijinkan berdirinya bank syariah yang kemudian diikuti oleh lahirnya Bank Muamalat,” ujar Najib, Selasa (20/10/2020).

Mengutip dari Beritasatu.com, Najib menjelaskan, di era Pemerintahan Presiden Joko Widodo melalui menteri Erick Thohir telah membuat keputusan penting dengan merger bank-bank syariah BUMN.

Pasalnya, terang Najib, selama ini masyarakat ekonomi kecil dan menengah sangat terbantu oleh adanya Bank Syariah, termasuk kelompok santri yang masih enggan menyimpan uangnya di Bank konvensional.

Bank syariah juga diyakini memiliki daya tahan dari sejumlah ancaman krisis ekonomi yang akhir-akhir ini mengancam sejumlah bank konvensional.

“Sebelumnya mereka berpikir bagaimana aman secara agama. Tapi kan kemudian mereka mendapat banyak produk-produk yang menarik. Misalnya asuransi syariah, kemudian bagi mereka yang mau umrah, haji bisa mendapatkan berbagai kemudahan, dan seterusnya. Dibanding kalau meraka harus menabung sendiri, untuk bisa menunaikan minatnya untuk beribadah.” ujar Najib.

Dari sisi aset modal, per Juni 2020, total aset dari ketiga bank syariah BUMN ini senilai Rp 214,6 triliun. Sedangkan empat tahun pasca merger, diproyeksikan aset bank hasil merger akan jadi Rp390 triliun atau tumbuh 73,3 persen pada 2025. Pertumbuhan aset ini seiring dengan pembiayaan yang akan mencapai Rp 272 triliun dan penghimpunan dana senilai Rp 335 triliun pada 2025.

Menurut Najib, nilai aset merger yang dimiliki Bank Syariah BUMN akan luar biasa besar, tinggal bagaimana mengoptimalisasi berbagai produk baru yang ditawarkan sehingga bisa menguntungkan antara pihak nasabah dan bank.

“Justru disini kemudian yang akan memberikan peluang kedua belah pihak itu secara optimal dalam memanfaatkan baik yang menyimpan, pemilik uang maupun bagi pengguna. Lebih dari itu produk-priduk baru barang kali yang sementara ini belum terpikirkan akan muncul,” beber Najib.

Selain itu, merger bank syariah itu diprediksi akan masuk dalam 10 besar bank syariah dunia, tidak menutup kemungkinan, jika pengelolaannya tepat dan efisien, akan mampu bersaing negara kaya di Timur Tengah yang lebih dahulu berkecimpung dalam hal itu.

“Tapi bukan mustahil dalam beberapa tahun ke depan, kita bisa menyalip, dari sejumlah bank syariah karena begini bank syariah itu berkembang bukan hanya di negara-negara muslim tetapi di Eropa khususnya di Inggris, di Autralia bahkan di Amerika sendiri berkembang luar biasa bank syariah,” katanya.

Najib berharap para direksi Bank syariah BUMN itu mampu menerjemahkan keputusan Erick Thohir dengan tepat, agar bisa memberikan manfaat kepada masyarakat luas, khususnya kepada usaha kecil dan menengah dan lebih dari itu, ia juga meminta bank syariah harus dipahami juga melayani para pengusaha kecil menengah non muslim.

“Jadi jangan dipikir bank syariah itu hanya melayani negara muslim karena di negara Inggris misalnya nasabah sebagian besar justru non muslim dan itu berkembang sangat besar. Ini yang harus dipahami sehingga apa yang disebut Islam Rahmatan lil Alamin, rahmat bagi semua manusia tidak hanya muslim,” ujarnya.

Lebih lanjut Najib meminta Erick Thohir terus mengawal apa yang sudah menjadi kebijakannya terkait merger Bank Syariah BUMN.

“Tinggal kemudian tinggal bagaimana Menteri BUMN yang mencetuskan ini terus menerus memberikan Political Backup, sehingga bank ini betul-betul bisa mengimplementasi ide-ide besar yang sudah diambil oleh Pak Menteri,“ tutup Najib.

Baca Juga

Back to top button