Tim PKM Unesa Bantu Rebranding dan Tingkatkan Kualitas Produk AMDK MADEN, Denanyar Jombang

Abadikini.com, SURABAYA – Pandemi Covid-19 menyebabkan banyak sektor usaha limbung. Salah satu sektor yang terdampak langsung adalah usaha air minum dalam kemasan. Air minum merupakan kebutuhan pokok setiap orang.

Namun sejak mewabahnya Covid-19, daya jual AMDK mengalami penurunan drastis. Salah satu yang terkena imbas itu ialah UKM AMDK “MADEN” Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang.

Permasalahan mitra yaitu kualitas produk belum memiliki keunggulan khusus yang dapat disejajarkan dengan brand air kemasan yang berskala Nasional.

Produk juga belum memiliki standart SNI, Surat Izin Edar dari BPOM serta pemasaran yang dilakukan bersifat tradisional. Pola marketing mengandalkan rekomendasi klien (dari mulut ke mulut).

Jenis air mineral yang ditawarkan tidak variatif belum memenuhi kebutuhan pasar. Promosi yang digencarkan belum mempertimbangkan mix marketing serta produk belum dibranding secara maksimal.

Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dalam rangka rebranding dan peningkatan kualitas produk MADEN.

Tim yang diketuai oleh Sri Abidah Suryaningsih, dengan anggota; Abdul Hafidz, Ahmad Ajib Ridlwan, Farid Ilhamuddin, dan Khusnul Fikriyah.

“Tim PKM ini fokus pada analisis situasi dan permasalahan mitra, solusi yang ditawarkan dalam PKM ini memfokus pada dua hal, yaitu peningkatan kualitas produk dan penerapan mix marketing. Kualitas produk yang baik merupakan harapan konsumen yang harus dipenuhi oleh perusahaan,” ujar Fikriyah ketika dihubungi via WhatsApp, Sabtu (17/10/2020).

Materi Pemasaran Produk disampaikan oleh Khusnul Fikriyah. Dosen Program Studi Ekonomi Syariah Unesa ini, menyampaikan “Produk dinyatakan baik jika telah memenuhi kriteria Standart Nasional Indonesia dan memiliki legalitas izin dari BPOM.

Standart tersebut menjadi acuan dalam melakukan pendampingan kepada UKM AMDK MADEN. Adapun strategi pemasaran dengan menerapkan marketing mix mencakup: product, price, place, dan promotion. Promosi yang dirancang juga memanfaatkan digital marketing,” imbuh dia.

Materi lainnya yakni Persiapan Pengusulan ijin BPOM, yang disampaikan oleh Abdul Hafidz. Dosen yang akrab dipanggil dengan sebutan Gus Hafidz ini menyampaikan dengan gambling berkas-berkas yang harus dipersiapkan untuk pengusulan BPOM.

“Kendala yang dihadapi MADEN adalah banyaknya dokumen yang harus disiapkan, sehingga pihak MADEN mengharapkan adanya pendampingan lebih lanjut untuk pengajuan ke BPOM,” ungkap Gus Hafidz.

Lebih lanjut, antusias dari pihak UKM MADEN sangat besar. Banyak pertanyaan terkait pemasaran yang efektif di tengah pandemi seperti ini. Bahkan Direktur MADEN menyampaikan bahwa pihaknya membutuhkan pendampingan agar segera mengantongi izin BPOM.

“Karena selama ini, salah satu kendala pemasaran adalah belum ada izin BPOM, yang mengakibatkan MADEN belum berani memasarkan lebih luas,” beber Abdul Hafidz.

Setelah kegiatan PKM ini, akan dibentuk Tim khusus untuk pengajuan izin BPOM yang terdiri dari perwakilan dari MADEN di damping tim PKM Unesa yang digawangi langsung oleh Ahmad Ajib Ridlwan, dan Farid Ilhamuddin. Acara PKM berlangsung lancar tanpa kendala yang berarti.

Baca Juga

Back to top button