Inilah Perbedaan Antara Yaumul Hisab dan Yaumul Mizan

Abadikini.com – Setiap manusia yang pernah hidup di bumi akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah SWT atas segala amalan yang pernah dilakukan semasa hidupnya setelah hari kiamat nanti.

Baca Juga

Ada dua malaikat yang mencatat segala perbuatan baik dan buruk kita semasa hidup, yaitu malaikat Rakib (mencatat amal kebaikan) dan Atib (mencatat amal keburukan).

Proses setelah terjadinya hari kiamat akan melalui beberapa fase, sampailah kepada hari di mana manusia dikumpulkan di Padang Mahsyar untuk dihitung dan ditimbang amalnya atau dikenal dengan Yaumul Hisab dan Yaumul Mizan.

Di sinilah nasib manusia akan ditentukan. Jika amalan baik lebih berat, maka surga dengan segala keindahannya akan kita temui. Sebaliknya jika amalan buruk lebih berat, Neraka dengan segala keburukan dan azab yang sangat pedih siap menanti kedatangan kita.

Menurut ajaran Islam, manusia yang pertama kali dibangkitkan oleh Allah adalah Nabi Muhammad SAW. Hari-hari di Mahsyar itu disebut sebagai Yawm al Mahsyar

(يوم المحشر, Yaumul Hasyir).

Hisab adalah perhitungan amalan manusia di hari kiamat. Ketika itu amalan shalih yang telah dilakukan seseorang di dunia serta amalan keburukannya akan diperlihatkan dan diperhitungkan untuk menentukan apakah ia berhak mendapatkan keridhaan Allah atau justru kemurkaan dari-Nya.

Adapun Mizan yaitu timbangan yang akan Allah letakkan untuk membandingkan antara amalan kebaikan seorang hamba dan amalan keburukannya, mana yang lebih berat di sisi Allah. Dengan itu akan tampak keadilan Allah, tidak sedikitpun Dia menzhalimi hamba-hamba-Nya.

Allah Ta’ala berfirman:

وَنَضَعُ الْمَوَازِيْنَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ فَلاَ تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا وَإِنْ كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا وَكَفَى بِنَا حَاسِبِيْنَ (47)

Artinya: “Dan Kami akan tegakkan timbangan yang adil pada hari Kiamat, sehingga tidak seorang pun yang dirugikan walaupun sedikit. Jika amalan itu hanya seberat biji sawipun, pasti Kami akan mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan.” (QS. Al-Anbiya’: 47).

Dalam ayat lain juga: Allah Ta’ala berfirman:

وَالْوَزْنُ يَوْمَئِذٍ الْحَقُّ فَمَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (8) وَمَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَئِكَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ بِمَا كَانُوا بِآيَاتِنَا يَظْلِمُونَ (9)- (الأعراف: 😎

Artinya: “Timbangan pada hari itu (menjadi ukuran) kebenaran, barangsiapa yang berat timbangan (kebaikan) nya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung, Dan barangsiapa yang ringan timbangan (kebaikan) nya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, karena mereka mengingkari ayat-ayat Kami.” (QS. Al-A’raf: 8-9).

Back to top button