Trending Topik

Viral Aksi Memori Daun Pisang Yuri Kemal dan Natalie itu Rupanya Kisah Prof Yusril dan Anaknya Loh

Abadikini.com, MANGGAR – Natalie, mantu Pakar Hukum Tata Negara yang juga ketua umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra kerap kali mendampingi suaminya Yuri Kemal Fadlullah bersosialisasi kepada masyarakat Belitung Timur. Pasalnya, Yuri maju sebagai calon bupati Beltim dan berpasangan denga Nurdiansyah sebagai calon wakil bupati di Pilkada Beltim 2020.

Natalie dalam setiap kali menemani Yuri bersosialisasi ke masyarakat, terkadang juga Natalie diminta masyarakat untuk memperkenalkan dirinya, selepas suaminya Yuri Kemal Falullah menyampaikan program Beltim Kaya.

Sampai-sampai suatu ketika video pendek berdurasi 12 detik saat Yuri dan Natalie bersosialisasi ditengah hujan deras dan berpayungkan daun pisang itupun viral di media sosial dengan narasi “memori daun pisang”

“Ada suatu ketika ternyata pada momen itu saya sama bang Yuri hujan-hujanan tenyata viral. kami pake daun pisang,” kata Natalie kepada masyarakat Desa Lalang, Manggar, seperti dikutip Rabu (7/10/2020), saat sampaikan sambutan disela-sela kampanye dialogis paslon nomor urut 2 (dua) Yuri-Anca tepatnya dikediaman salah satu warga Desa Lalang pak Muhammad. Masyarakat yang menghadiri kampanye dialogis yang didominasi kaum ibu-ibu itupun tertawa lepas mendengar cerita dari Natalie.

Ibu udah baca beritanya ya, memori daun pisang ibu? tanya Natalie. “Iya sudah..” saut ibu-ibu.

Jadi saya teringat ibu, lanjut Natalie menceritakan, menurut Natalie, saat itu suaminya Yuri bersama bapak-nya pak Yusril Ihza Mahendra berziarah ke makam kakek-nya almarhum Idris Haji Zainal Abidin di Beltim, lalu saat itu hujan sehingga Yuri dan pak Yusril menggunakan payun untuk lindungi diri dari guyuran hujan dengan daun pisang.

“Bang Yuri, waktu itu berziarah kekuburan kakek nya dari rumah lalang, kekuburan kakek sama pak Yusril tiba-tiba hujan tidak ada payung beliau lari-lari pake daun pisang. Saya lihat fotonya, lalu saya tanya loh kok kamu pake daun pisang?” tutur Natalie.

“Lalu ceritalah bang Yuri, beginilah sayang dulu tuh, tidak ada payung maka kami pake daun pisang,” lanjut Natali menceritakan pengalaman suaminya dan mertuanya itu.

Kampanye blusukan ala calon bupati Belitung Timur nomor urut 2 Yuri Kemal Fadlullah bersama istrinya Natalie. Foto: Istimewa

Natalie mejelaskan soal video memori daun pisang yang viral beberapa waktu lalu, dari kejadian pengalaman suaminya dan mertuanya itulah terinspirasi mereka saat sosialisasi di Desa Jangkar Asam, Kecamatan Gantong yang bertepatan juga dengan hujan deras.

“Kebetulan waktu itu kami sedang bersosialisai tiba-tiba hujan, lantainya kan tanah, kami juga lindungi diri dari air hujan pake daun pisang. Jadi saya gulung celana saya, saya pake sepatu waktu itu hak tinggi, jadi saya nyeker,” jelasnya.

“Dari pada saya paksakan pake sepatu hak tinggi ditempat becek, terus kalau saya terpeleset jatuh kan lucu, mending saya buka dan saya nyeker,” sambung Natalie. Saut masyarakat “kaki ayam” (istilah sebutan orang Beltim).

Sehingga, apa yang terjadi itu menurut Natalie adalah alami saja dan tidak ada sama sekali untuk sebuah pencitraan diri.

“Saya enggak berfikir oh ini pencitraan ya, jadi saya mau nyeker enggak ada sama sekali berpikiran begitu tiba-tiba viral,” tegas Natalie.

Setelah viral video itu, kata Natalie, ada masyarakat yang bicara sama dia sambil bertanya. kalau nanti jadi ibu Bupati apa mau nyeker lagi, kayaknya enggak mau?.

Dia katakan bahwa, apa yang terjadi pada dirinya dan sumainya adalah alami saja tidak di buat-buat sehingga kelak diberi kepercayaan masyarakat Beltim menjadi bupati dan ibu bupati maka dia pastikan tidak ada perubahan mendasar dalam kehidupan mereka.

“Kalau jadi ibu Bupati, hujan tiba-tiba saya pake celana sapu lantai, tiba-tiba saya pake sepatu hak tinggi. Ya pasti saya mau nyeker. Orang saya jaga keselamatan juga kok. bukan pencitraan kok, bukan mau viral kok,” ucapnya. “Betul.. betul..” saut ibu-ibu lagi.

Lanjut dia ungkapkan pertanyaan warga, tapi ada aja ibu bumbu-bumbu lain, dibilang ini sekarang dibilang ibu Natalie kok ramah betul kemasyarakat, mau pencitraan ya?. Nanti kalau uda jadi ibu Bupati naik mobil lewatin warga enggak buka kaca mobil?

“Saya bilang, selama hidup saya yang sudah 31 tahun ini, kalau saya dibilang orang sombong, apa bisa dengan dua minggu saya bisa seperti ini?,” ulasnya.

Bahkan Natalie menegaskan bahwa dia bicara tidak ada yang mengajarkannya. Dia bicara apa adanya dari hati dan pikirannya semata.

“Buktinya bang Koko Haryanto, pertama kali saya turun ke Belitung Timur ini, saya menemani bang Yuri, bang Koko yang suruh saya bicara dan sebelumnya tidak pake bilang-bilang bang koko ke saya,” bebernya.

“Betul, enggak bilang, embak Natalie nanti bicara ya di rumah ini bilang begini, begini, enggak ada itu. kalau benar dia bicara saat itu oo gemetar itu saya ibu kalau dibilang bang koko,” sambungnya.

Dia melanjutkan, saat itu dirinya diam saja di sebelah Yuri, nanti kalau udah usai acara dan masuk pada sesi makan-makan baru dia sapa warga.

“Saya bicara, berdialog satu persatu dengan warga,” katanya.

Jadi terang Natalie, selepas Yuri bicara tiba-tiba bang koko bicara, mari kita dengar suara merdu Istri bang Yuri. Mendengar itu Natalie pun mengaku merasa gemetar. Tapi karena dirinya bicara apa adanya, dari hati sendiri, jadi tidak menjadi sebuah beban baginya.

“Tapi, Alhamdulillah karena memang kita jadi diri kita sendiri, bicara apa yang benar-benar di hati kita, sehingga kita enggak perlu pura-pura, keluar saja, apa yang kita rasakan, apa yang kita pikirkan itulah yang kita sampaikan. Enggak pake teks-teks, enggak pake di kasih taudulu, apa lagi disetting nanti disini bilang ini ya, enggak ada,” tegasnya.

Inilah kata Natali, apa adanya, biar ibu dan bapak bisa menilai sendiri, bagaimana calon Bupati ibu bapak istrinya bagaimana? biar masyarakat yang menilai sendiri.

“Jadi kalau orang-orang kanan-kiri biasa kasih bumbu-bumbu, ibukan sudah bisa merasa sendiri, nanti bisa bilang enggak kok, enggak keasinan, enak kok rasanya, agak kental sedikit tapi bisa di cairkan,” ucap Natalie seperti mengibaratkan sebuah rasa dalam makanan kepada warga yang didominasi ibu-ibu itu.

Baca Juga

Berita Terkait
Close
Back to top button