dr Reza Gladys Somasi Warganet, Kuasa Hukum: Akun @Syahar.bana Terancam UU ITE

Abadikini.com, JAKARTA – Pemilik PT Glafidsya Medika, dr Reza Glaďys menjadi korban bully akibat ulah orang tidak bertanggung jawab. Dalam tiga minggu terakhir dia mendapatkan serangan warganet akibat opini yang dibuat akun twitter @syahar.bana. Dalam twitnya akun itu mengunggah foto dokter cantik tersebut dengan tulisan yang menyudutkan.

“Aku ngambil storynya dokter kulit. Sekarang definisi glowing tu begini ya? Aku kira sekedar glaas skin kaya korea. Kayaknya kalau kulitku kaya gini nggak kelihatan bagus de. Licin sih tapi jadi kayak too oily gitu. Kalau kalian suka glowing kaya gini ga?,” cuit @syahar.bana

Pengacara dr Reza Gladys, Razman Arif Nasution mengatakan kliennya sangat terganggu dan dirugikan atas kejadian tersebut. Karena twit itu menggiring opini publik yang berakibat negatif.

“Sejak tiga minggu terakhir ada twit melempar bola salju, bola liar sehingga kami kategorikan sebagai opini publik yang sangat berdampak negatif kepada dr Reza secara pribadi dan PT secara keseluruhan,” kata Razman, di Jakarta, Senin (28/9).

Menurutnya, kasus seperti ini bukan pertama kali. Namun tidak jarang dari para pelaku akhirnya meminta maaf.

“Yang terakhir memakai foto dokter Reza. Namanya Ririn, dia langsung minta maaf. Kalau yang ini (@syahar.bana) susah,” ujarnya.

Dia menjelaskan, timnya kemudian menelusuri terkait rekam jejak akun @syahar.bana. Dalam postingannya akun tersebut banyak yang memprovoksi namun tidak menyebutkan secara langsung nama Reza Gladys.

“Bahwa dia sangat lihai. Dia tidak menyebut langsung dr Reza, tapi sepandai-pandai melompat dia jatuh juga,” kata dia.

“Saya sudah koordinasi dengan lawyer dan kepolisian. Ini proses serius yang harus diselesaikan,” imbuhnya.

Kalau dibawa ke ranah hukum, kata Razman, sudah bisa dikenakan Undang-Undang ITE Pasal 27 Ayat 3, karena akun itu memposting foto Reza. Dia menjelaskan modus yang dilakukan yaitu akun itu memasang foto dokter Reza kemudian menulis sesuatu.

“Tim saya akan ikuti twitter anda, kami akan datangkan ahli bahasa. Jangan pikir anda lolos. Kalau klien saya diganggu kita tarung sampai apapun. Dia tau apa yang dilakukan membuat orang di bully. Kami akan meminta polisi menguaut ini. Siapapun anda keluarlah,” ujar dia.

Razman kemudian memberikan somasi secara lisan. Jika tidak ada niatan baik maka jangan harap diberi ampun.

“Saya memberikan somasi, lisan lewat media karena kalau tertulis kami tidak tahu mau dikirim kemana. Ingat 3 x 24 jam. Kalau tidak, kami koordinasi dengan saksi ahli dan penyidik, begitu ada unsur bisa diproses jangan harap ada ampun,” ungkapnya.

Sementara itu, Reza Gladys mengaku sampai tidak berani membuka praktik akibat bully yang didapatkan karena ulah akun @syah.bana. Dia berharap, warganet dapat menggunakan media sosial secara bijak.

“Dia itu mendorong orang lain untuk menghina untuk membully. Dia menggunakam foto saya yang menggiring opini orang lain untuk berkomentar tidak baik,” kata Reza.

“Karena saya tidak pernah mengalami ini sebelumnya saya jadi nggak mau praktek, takut ketemu orang. Makanya udah deh nggak usah praktek dulu. Harapan saya ke depan agar lebih bijak menggunakan. Kalau ada yang ingin yang ditanyakan mending ketemu saya langsung” tambahnya. (**)

Baca Juga

Back to top button