Kepemimpinan Capten Ali Ibrahim Lakukan Perubahan di Kota Tidore Layak Diapresiasi

CAPTEN ALI IBRAHIM adalah salah satu tokoh sentral di Maluku utara yang kini menjadi Wali Kota Tidore Kepulauan. Sebelum terpilih sebagai Wali Kota Tidore Kepulauan masa bakti 2015-2021 beliau di kenal sebagai Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan di berbagai pelabuhan besar diantaranya pelabuhan Gresik, Batam, Ambon dan Ahmad Yani Ternate. Pada massa kepemimpinannya beliau selalu dianggap berhasil oleh Menteri Perhubungan dalam menjalankan tugasnya.

Capten Ali Ibrahim diangap peka dan mampu melakukan reformasi di sektor pelayaran sehingga sebelum beliau memutuskan mancalonkan diri sebagai Wali Kota Tidore, oleh Menteri Perhubungan waktu itu menawarkan beliau menjadi salah satu Dirjen di Kementrian Perhubungan, tentu jabatan sebagai Dirjen sangatlah penting dan strategis, namun sang Capten Ali Ibrahim menolaknya dan memilih mengabdikan diri di tanah kelahirannya Tidore sebagai Wali Kota, sebab cita-cita beliau adalah ingin memajukan pembangunan Kota Tidore yang lebih baik lagi dengan segudang pengalaman dan gagasan besar yang beliau miliki.

Tahun 2015 adalah tahun dimana beliau dipercayakan oleh rakyat Kota Tidore Kepulauan untuk dipilih menjadi Wali Kota, pada saat itu banyak kalangan menganggap Capten Ali tidak memiliki kepamampuan leandership (kepemimpinan) bahkan tidak akan terpilih di Pilwako tahun 2015, karena lawan sang Capten adalah lawan yang tangguh yaitu M Hasan Bay yang kala itu ada memiliki relasi yang sangat dekat dengan kekuasaan akan tetapi sang Capten dan wakilnya Muhammad Senin dengan jargon AMAN tampil dengan gagasan baru dan visioner yang mampuh meyakinkan rakayat Tidore sehingga sang Capten Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen terpilih mengalahkan rival-rivalnya.

Setelah menjabat sebagai Wali Kota sudah banyak Visi dan Misi yang telah di torehkan/implementasikan, baik dalam manejement pemerintahan dan pembanguan ekonomi, pendidikan dan infrakstruktur dan pengelolaan keuangan daerah.

Dimana kita bisa liat dari presentasi pertumbuhan ekonomi pada tahun 2019 naik 6.43 % dari 6.06 % pada tahun 2018 ( data BPS). Hal ini menunjukan bahwa kepemimpinan Capten Ali Ibrahim di sektor ekonomi setiap tahun mengalami kenaikan.

Begitupun tingkat pengangguran di Kota Tidore Kepulauan mengalami penurunan pada tahun 2018 dengan angaka 4.97 % turun menjadi 4.65 % pada tahun 2019 ( DATA BPS) . Hal yang sama juga terjadi peningkatan di sektor usaha kecil dan menengah (UKM) dari tahun ke tahun, tahun 2017 jumlah UKM 3132 , pada tahun 2018 terdapat peningkatan sebanyak 4286 dan pada tahun 2019 meningkat cukup singnifikan yaitu sebanyak 4867 UKM (Perindagkop) . Dari capaian ini tentu secara objektif dapat dinilai bahwa visi dan misi AMAN Jilid I tepat sasaran yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Tidore Kepulauan.

Kepemimpinan Capten Ali Ibrahim, selain peningkatan beberapa sektor yang telah di jelaskan di atas adapun apresiasi yang harus kita berikan kepada kepemimpinan Capten Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen (AMAN jilid I) yaitu tata kelolah keuangan daerah yang mana selalu mendapat predikat pengelolaan keuangan yang terbaik dibarikan oleh BPK hal ini mengkonfirmasikan bahwa tudukan bahwa pengelolaan keuangan Pemkot Tikep semraut adalah tidak benar bahkan cendrung fitnah.

Dalam moment politik dewasa ini biasanya lawan politik Capten Ali Ibrahim selalu mencari-cari kelemahan dan keselahan untuk menyarang beliau tanpa mereka melihahat secara objektif apa yang telah ditorehkan oleh sang Capten Ali Ibrahim. Mereka tidak sadar bahwa mereka pernah menjadi pejabat publik tapi apa yang mereka berikan bagi pembangunan dan masyarakat Kota Tidore Kepulauan selama ini, tidak ada yang nampak, yang ada hanya membangun sentiment belaka.

Kita patut bersyukur dipimpin oleh seorang Capten Ali Ibrahim, diman beliau selalu merangkul semua golongan, lawan maupun kawan, beliau perlakukan yang sama sebab beliau tahu bahwa kekuasaan itu adalah amanah dan bukan miliknya tetapi milik semua lapisan masyarakat Kota Tidore kepulauan.

Sebab, itu beliau selalu senyum bila lawan politiknya selalu menyerang dengan narasi-narasi yang tidak benar. Sang Capten dalam melayani selalu mengedepankan hati dan kasih sayang. Di periode ke 2 nanti AMAN Jilid 2 terus memperioritaskan program-program yang pro rakyat.

Setiap pemimpin ada kekurangan tetapi tidak semua pemimpin mampuh melakukan perubahan, dan Capten Ali Ibrahim kelebihannya melakukan perubahan. Sebenci apapun anda kepada Capten Ali, tapi anda harus tahu dan mengakui kebencian anda tidak membuat perubahan bagi diri anda dan daerah ini. (**)

Oleh: Rustam Ismail (Pengacara dan Direktur LBH L.O.A Maluku Utara)

Baca Juga

Back to top button