Rektor UIC Sebut Pengkritik Gubernur Anies Langgar PSBB Total adalah ‘Dungu’

Abadikini.com, JAKARTA – Rektor Universitas Ibnu Chaldun (UIC) Musni Umar mengatakan soal para pengkritik upacara penghormatan terakhir terhadap almarhum Sekretaris Daerah Saefullah yang diselenggarakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota pada Rabu (16/9/2020) di saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total.

Menurut dia, para pengkritik Anies seharusnya belajar tentang hukum sebelum melontarkan kritik mereka.

“Pengkritik Anies, Sekda DKI dibawa ke DKI harus belajar hukum agar tidak ngawur. Kritikannya kelihatan hebat sehingga viral tapi ‘dungu’,” tulis Musni Umar meresponse sebuah artikel berita tentang kritik terhadap Anies Baswedan, seperti dilihat, Jumat (18/9/2020).

Lanjutnya, ia menjelaskan bahwa dalam hukum ada namanya diskresi, atau keputusan yang diambil secara sepihak oleh seorang pejabat publik.

“Dalam hukum ada diskresi. Allah punya diskresi, Presiden punya diskresi, Gubernur, polisi punya diskresi lalu lintas,” sambung dia.

Diberitakan sebelumnya, aksi Anies tersebut dikritik Koordinator FAKTA, Azaz Tigor Nainggolan. Ia menyebut upacara terakhir kepada Saefullah dengan membawa jenazah almarhum ke Balaikota berpotensi menjadi klaster baru covid-19.

“Apalagi saat di Balaikota terjadi penumpukan dan kerumunan orang yang datang ingin melihat memberi penghormatan ke almarhum,” ujarnya.

Baca Juga

Back to top button