Perkuat Ketahanan Pangan, Dosen FE Unesa Bagikan Sembako pada Panti Asuhan Menanggal

Abadikini.com, SURABAYA – Bertempat di Panti Asuhan Bani Yaqub Menanggal, Gayungan, Surabaya, Dosen-dosen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Surabaya (FE Unesa) mengadakan Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang bertujuan untuk membantu masyarakat terdampak Covid-19 untuk mengatasi ketahanan pangan.

Dosen Pelaksana PKM, Widyastuti mengatakan, topik ini dipilih sebagai tema program karena ketahanan pangan merupakan masalah yang sangat penting pada situasi bencana, termasuk bencana wabah penyakit seperti pandemi Covid-19.

“Tanpa ada ketahanan pangan maka imun tubuh yang dibutuhkan dalam pencegahan Covid-19 tidak akan terbentuk. Sehingga dapat memperbesar kemungkinan seseorang akan terinfeksi virus corona tersebut. Situasi pada masa pandemi Covid-19 dapat menyebabkan terbatasnya akses terhadap ketersediaan makanan,” ujarnya pada rilisnya yang diterima, Kamis (17/9/2020).

Adanya program PKM ini yang diketuai Widyastuti beserta anggotanya Nadia Asandimitra, Agus Frianto, Monika Tiarawati dan Yessy Artanti ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan anak-anak di Panti Asuhan Bani Yaqub.

“Karena bagaimanapun juga adanya wabah pandemi Covid-19 ini berpengaruh terhadap besarnya bantuan yang diberikan donatur kepada anak-anak panti tersebut,” beber Widyastuti.

Ia menambahkan, sebagai upaya meningkat imun anak-anak panti yang berjumlah 63 orang maka bantuan yang diberikan berupa paket sembako berupa beras, minyak, gula, mie, susu dan vitamin.

“Selain sembako, didonasikan pula alat-alat untuk menjaga kebersihan berupa sabun mandi, sabun cuci baju dan karbol pembersih lantai karena kebersihan sangat diutamakan pada masa pandemi seperti ini,” ujarnya.

“Tidak hanya itu saja untuk mencegah penyebaran virus corona, para dosen juga memberikan edukasi pada anak-anak dan pengurus panti cara mencuci tangan yang benar dengan sabun dan air mengalir selama 15-30 detik.

Edukasi tersebut disambut sangat antusias oleh adik adik penghuni panti dengan langsung praktik mencuci tangan yang benar,” terang Widyastuti.

Menurut salah satu adik panti berkata bahwa, “Senang dengan kegiatan ini karena bisa langsung tahu cuci tangan yang benar” ucapnya.

Seiring dengan keterangan penghuni panti, pengurus panti, Magfirah juga mengapresiasi adanya kegiatan ini karena dirasa sangat membantu untuk kegiatan sehari hari di panti baik untuk kebutuhan pangan dan utamanya juga menjaga kebersihan panti.

“Karena bantuan alat-alat kebersihan memang sangat dibutuhkan oleh panti untuk mencegah penyebaran wabah Covid-19 ini,” ungkap Magfirah.

Panti Asuhan Bani Yaqub dipilih sebagai lokasi pelaksanaan program pengabdian masyarakat, menurut salah satu dosen yang terlibat, Agus Frianto karena lokasi panti asuhan yang berada pada Kecamatan Gayungan, Surabaya.

Menurut catatannya, Kecamatan Gayungan merupakan salah satu wilayah ini memiliki jumlah penderita Covid-19 cukup banyak. Fakultas Ekonomi Unesa terletak di Kampus Ketintang termasuk dalam wilayah Kecamatan Gayungan sehingga perlu turut aktif dalam membantu masyarakat sekitarnya.

“Implementasi ke depan, bagi program pengabdian kepada masyarakat ini tidak hanya pada masyarakat sekitar Kampus Unesa tapi bisa dilaksanakan di panti asuhan-panti asuhan lain di Surabaya sehingga membantu masyarakat terdampak Covid-19 untuk mengatasi ketahanan pangan dan meningkatkan kebersihan diri dan tempat tinggal,” tutup Agus Frianto.

Baca Juga

Back to top button