Trending Topik

Ahok Buat Gaduh di Pertamina, Diserang Demokrat dan Gerindra, PDIP Pasang Badan

Abadikini.com, JAKARTA – Basuki Tjahaja Purmana alias Ahok yang merupakan Komisaris Pertamina bongkar kinerja para direktur Pertamina.

Komisaris Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok secara terang-terangan membuka tabir gelap apa yang terjadi sesungguhnya di Pertamina.

Bahkan Ahok membuka sikap para Direksi Pertamina yang suka melobi menteri.

Salah satunya seperti yang dikatakan Ahok dalam akun YouTubue POIN, Direksi Pertamina melakukan lobi ke Menteri terkait pergantian Direksi.

Ahok mengatakan bahwa sebagai Komisaris Utama di PT Pertamina adalah bertugas mengawasi kinerja para direksi.

Namun, Ahok justru mengatakan jika dirinya bukan berperan sebagai pengawas melainkan eksekutor.

Ahok juga menggambarkan jika keberadaannya di BUMN bagaikan surga lewat neraka belum masuk.

“Saya ini eksekutor sebenernya bukan pengawas, ibarat neraka lewat surga belum masuk” ungkap Ahok seperti dikutip melalui channel youtube POIN.

Kritikan Ahok terhadap Direksi Pertamina justru mendapat bulan-bulanan dari para netizen.

Para netizen justru mengapa Ahok tidak becus mengawasi PT Pertamina padahal dirinya diangkat untuk mengatasi permasalahan di PT Pertamina

Salah satunya datang dari anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Partai Demokrat Herman Khaeron mengaku setuju dengan upaya pembenahan di PT Pertamina (Persero) agar lebih efisien, transparan, akuntabel, dan kontributif bagi negara.

Namun, Khaeron meminta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tidak memanfaatkan posisinya sebagai komisaris utama Pertamina untuk pencitraan pribadi.

“Sebagai Komut, semestinya Ahok tidak membuat pencitraan di ruang publik, bahkan tembak Kementerian BUMN, silakan gunakan kewenangan yang saudara miliki di internal,” tulis Khaeron dalam akun Twitternya yang dikutip, Rabu (16/9/2020).

Menurut Khaeron, semestinya Ahok sebagai Komut melakukan pembinaan dan pembenahan ke dalam internal perusahaan. Khaeron menduga pernyataan Ahok dilakukan guna menutupi kegagalan dirinya yang membuat Pertamina merugi.

“Jangan-jangan ocehan ini untuk menutupi kegagalan dia menjaga Pertamina merugi. Jangan bicara Indonesia Incorporation jika sebagai Komut Pertamina saja gagal dan hanya nakut-nakuti,” ucap Khaeron.

Khaeron menyindir sikap Ahok yang merasa dirinya paling bersih namun justru membuat gaduh. “Ada orang yang pekerjaanya mencaci maki, orang lain direndahkan, seperti tahu segalanya, merasa paling bersih, superhebat, tetapi tidak ada hasil kerjanya yang bermanfaat bagi orang lain, apalagi bagi bangsa. Bikin gaduh saja,” tegas Khaeron.

Senada dengan Khaeron, Anggota Komisi VI DPR RI dari Partai Gerindra, Andre Rosiade bahkan meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencopot Ahok dari jabatan Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina (Persero). Karena Andre menilai Ahok telah membuat Pertamina gaduh.

“Menurut saya sebagai anggota DPR Komisi VI, ya, yang mitra BUMN bahwa tidak gunanya Presiden mempertahankan Pak Basuki Tjahaja Purnama sebagai Komut Pertamina. Kenapa? Pertama, ya, yang bersangkutan selalu membikin gaduh,” kicau Andre di twitter pribadinya yang dikutip, Rabu (16/9/2020).

Permintaan Andre agar Ahok dicopot tak terlepas dari pernyataan perihal aib manajemen Pertamina. Sebab, menurut Andre, permasalahan internal Pertamina bukan untuk diumbar-umbar ke publik.

“Seharusnya komut itu kalau ada masalah, perbaikan, dia selesaikan di internal atau laporkan ke Menteri BUMN, tidak mengumbar ke keluar, sehingga menimbulkan kegaduhan dan memberikan citra negatif kepada Pertamina yang berjuang di semester kedua tahun 2020 ini untuk mengembalikan, mendapatkan keuntungan setelah di semester pertama rugi kan,” papar Andre.

Kicauan Andre Rosiade meminta Ahok dicopot dari jabatan Komisaris Utama PT Pertamina Persero karena dinilai membuat gaduh tersebut justru Ahok malah dapat pembelaan dari politisi PDIP.

“Pilih mana, gaduh tapi ada perubahan ke arah lebih baik atau tenang namun penyakit perusahaan tersimpan rapi dalam laci? Hidup damai dalam status quo dengan segenap kebobrokan yang hanya bisa dirasakan atau bergejolak tetapi sedang mencari solusi di luar kelaziman? Ini dua sudut pandang pendekatan manajerial,” ujar politikus PDIP, Hendrawan Supratikno, kepada wartawan, Rabu (16/9/2020).

Menurut Hendrawan, sikap Ahok itu membawa semangat Pertamina menuju perubahan lebih baik. Sedangkan sikap Andre dinilai berlawanan dengan Ahok.

“Ahok merepresentasikan semangat revolusioner untuk memecah kebekuan. Andre ingin pendekatan evolusioner dalam kesenyapan,” katanya.

Hendrawan menilai, jika ingin perubahan baik di tubuh PT Pertamina, dibutuhkan keberanian seperti adanya sosok Ahok. Dia juga mendukung Ahok membongkar pejabat nakal di Pertamina, tapi dia mengingatkan Ahok tetap menjaga sikapnya.

“Ini seperti pedal gas dan rem. Dipakai dalam kondisi-kondisi yang berbeda. Tinggal lihat ‘sikon’-nya, untuk BUMN yang penyakitnya sudah karatan, dengan sedimen pat-patgulipat yang sudah mengerak, dibutuhkan dosis keberanian mendobrak yang tinggi. Dalam bahasa Iwan Fals, ‘bongkar!’ Meski demikian, Ahok juga harus ‘tahu batas’, jangan sampai remnya blong,” tegasnya.

Baca Juga

Back to top button