Pernyataan Politisi Pemula Umar Ismail Diliai Tidak Mendidik dan Cenderung Memprovokasi Warga Tidore

Abadikini.com, TIDORE- Pernyataan politisi pemula dari Partai Amanah Nasional (PAN) Umar Ismail yang mengurusi persoalan masa pendukungan Pasangan Capt H Ali Ibrahim-Muhammad Sinen (AMAN) dinilai sangatlah tidak mendidik dan terkesan memprovokasi terjadinya perdebatan panas ditengah-tengah masyarakat yang tidak terlalu berkepentingan dengan PAN yang mengusung pasangan calon lainya.

Kepada media ini, M Fadli Salah satu pemerhati sosial kota Tidore menyatahkan bahwa seharusnya seorang Umar yang dipercayakan masyarakat untuk pertama kali menduduki jabatan Wakil rakyat memberikan pemahaman politik yang mencerdaskan masyarakat dan mengajak pilihan politik secara santun bukan sebaliknya mengeluarkan pernyataan-pernyatan yang mengundang terjadi perdebatan hingga menimbulkan konflik ditengah masyarakat

“Politisi harus ikut menjaga Khamtimbnas bukan seperti Umar Ismail, Umar harus siapkan masa pendukungnya mendaftar ke KPU bukan mengurusi urusan kandidat lain dengan pernyataan yang bisa menimbulkan pergesekan panas,” Kata Fadli di Tidore, Sabtu (5/9).

Menurut Fadli, Sisi lain dari pernyataan Umar Ismail ini sudah harus menjadi evaluasi Bawaslu dalam menjalankan tugas pengawasan, dimana Bawaslu selain mengurusi perosalan keterlibatan ASN juga ikut menjaga sikap-sikap oknum Parpol yang bisa menimbulkan konflik.

“Sebab tugas Bawaslu mengawal jalanya proses Demokrasi tanpa gaduh agar kehidupan masyarakat berjalan kondusif bukan sebaliknya,” ujar Fadli.

Bahkan Fadli juga mempertanyakan sejauh ini apa yang sudah diperbuat Umar Ismail untuk kepentingan masyarakat kota Tidore?.

“Selayaknya seorang politisi tugasnya bukan hanya menghitung banyak dukungan kelompok ini untuk salah satu kandidat saja tetapi harus menghitung seberapa banyak apa yang dilakukan selama menjabat guna disampaikan ke publik,” terang Fadli

Olehnya itu Fadli mengajak kepada seluruh pihak yang berkepentingan dalam Pilkada Kota Tidore dapat menjaga stabilitas politik.

“Mari menjaga stabilitas politik Kota Tidore tanpa harus saling menghujat sampai menghitung-hitung kelemahan kandidat lainya hanya untuk memenuhi keinginan politik diri sendiri,” pungkasnya.

Baca Juga

Back to top button