Saat Amien Rais dan Mumtaz Rais Ucapkan Nazar Politik Yang Sulit Ditunaikan

Abadikini.com, JAKARTA – Amien Rais dan sang anak Mumtaz Rais jadi pembicaraan publik saat ucapkan nazar janji politik.

Sebelumnya Mumtaz Rais yang merupakan anak Amien. Dia berjanji berenang lintas provinsi apabila PAN Reformasi terbentuk dan diisi minimal seperempat anggota dewan dari PAN.

“Saya sebagai ketua PoK DPP penjaga tangguh benteng PAN akan berenang dari Pantai Kapuk sampai Labuan Bajo (NTT) sebagai bentuk give away dari saya,” kata Mumtaz beberapa waktu lalu.

Mumtaz bahkan berani menyebut partai baru yang diwacanakan para loyalis ayahnya merupakan halusinasi.

Pria kelahiran 17 September 1983 tersebut meyakini PAN Reformasi tidak akan terbentuk.

“PAN Reformasi ini alih-alih akan terbentuk dan dideklarasikan, yang ada nyungsep sebelum tumbuh,” imbuh Mumtaz.

Menurut dia, hingga saat ini belum ada anggota dewan dari PAN yang tertarik bergabung dengan PAN Reformasi.

“Lihatlah, tidak ada satu pun anggota dewan kami dan kepala daerah kami yang mengarah ke sana,” ujar Mumtaz.

Janji yang dilontarkan pria 36 tahun itu mengingatkan publik kepada nazar Amien.

Amien juga pernah mengucapkan nazar yang sangat bombastis. Dia bersedia berjalan kaki dari Yogyakarta ke Jakarta.

Janji itu diucapkan menjelang Pemilihan Presiden 2014. Saat itu Amien merapat ke kubu Prabowo Subianto.

Dalam wawancara dengan TV One pada 2014, Amien membantah kabar yang menyebut dirinya pernah meminta Prabowo diajukan ke mahkamah militer perihal kasus 1998.

Dia bahkan menantang semua pihak untuk mencari bukti atas tudingan yang dialamatkan kepadanya.

Amien meminta publik mencari potongan pemberitaan di media, rekaman radio, maupun televisi yang menyebut dirinya meminta Prabowo diadili.

“Saya akan jalan kaki Jakarta-Yogya bolak-balik. Kalau perlu, sambil engklek,” ujar Amien.

Pria yang dikenal sebagai tokoh reformasi itu mengaku tidak pernah mengucapkan tuduhan miring kepada Prabowo.

Baca Juga

Back to top button