Ketum Pemuda Persatuan Minta PPP Berbenah Diri agar tak Karam di Pemilu 2024

Abadikini.com, JAKARTA – Prediksi LSI Denny JA yang menyebut PPP bakal karam di Pemilu 2024 tidak terlepas dari raihan negatif Partai berlambang Ka’bah tersebut pada Pemilu tahun yang lalu.

Pada Pileg 2014, PPP mengantongi 8.157.488 atau 6,53 persen suara. Kini, perolehan suaranya menurun menjadi 6.323.147 atau 4,52 persen suara. Perolehan suara PPP nyaris menyentuh ambang batas parlemen.

Bahkan Kursi di pusat parlemen senayan 2019 ikut mines lebih dari 50% hanya 19 Kursi terjun bebas dari 39 kursi di tahun 2014. Capaian negatif inipun dirasakan juga oleh PPP diberbagai daerah baik dari hasil pemilu maupun pilkada-pilkada.

Melihat perkembangan PPP tersebut, Ketua Umum Pemuda Persatuan yang juga sekaligus Senior PPP Ebit T meminta seluruh jajaran pengurus, kader dan simpatisan PPP merapatkan barisan dan membenahi diri agar PPP tidak masuk kotak alias terhempas kontestasi politik nasional.

“Sungguh disayangkan jika partai sebesar PPP harus karam di tahun 2024 jika hasil suaranya tidak melewati Parliamentary Threshold-Ambang Batas Parlemen. Pada hal PPP memiliki kader dan simpatisan  mayoriti di Bangsa ini,” ujar Ebit lewat keterangannya, Kamis (3/8/2020).

Untuk itu, lanjut Ebit, dirinya mempertanyakan kinerja Pengurus PPP yang dianggap tidak serius mengurus atau juga salah urus partai berbasis ummat muslim ini.

“Kalau pengurus bekerja dengan ikhlas dan sungguh-sungguh untuk umat dan bangsa, maka raihan PPP tidak akan terjun bebas seperti pada tahun 2019 kemarin”, ujarnya.

Menurutnya, kegagalan yang dialami PPP pada pemilu 2019 lalu tidak terlepas dari ketidak becusan kepengurusan Romahurmuziy dan Arsul Sani saat menjabat ketum dan sekjen PPP. Dia juga mengapresiasi plt Ketua Umum PPP saat ini Suharso Manoarfa yang hadir menyelamatkan PPP dari keterpurukan tersebut.

“PPP mendapat banyak hasil negatif di daerah-daerah, terutama di kawasan timur indonesia,” tegasnya.

Dikataknya, kegagalan PPP di daerah-daerah terutama dalam pilkada ditenggarai akibat kurang tepat memberikan rekomendasi kepada calon-calon pimpinan daerah.

“Saya melihat partai jarang bahkan tidak melakukan survey mengetahui calon pimpinan daerah yang berpotensi menang. Jadi wajar saja jika raihan PPP di pilkada jilid 1 dan jilid 2 gagal. Begitupun dengan pimpinan korwil PPP,” tegas Ebit.

Sebaiknya kata dia, para pengurus DPP PPP memahami karakteristik wilayahnya dan punya basis massa yang jelas, tidak asal-asalan.

“Sehingga Kita berharap, mereka jadi pemenang di wilayahnya,” imbuhnya.

Tak hanya itu, Ebit minilai, hasil negatif PPP juga bisa terkait dengan salah kelola instrumen partai termasuk dana pemilu dan dana bantuan pemerintah untuk partai politik.

Sejati tutur Ebit, dana ini jika dikelola dengan baik maka kader dan simpatisan tidak meninggalkan PPP.

“Pertanyaannya apakah dana-dana yang digunakan untuk pendidikan politik bagi anggota partai dan simpatisan dan masyarakat umumnya sebagai upaya memperkuat basis partai jalan atau tidak?,” .

Ebit menduga penggunakaan dana-dana ini tidak menghasilkan ouput dan outcome positif untuk PPP.

“Saya meminta pengurus PPP terkhusus di eranya Romahurmuziy dan Arsul Sani sebagai Ketua Umum dan Sekjen PPP saat itu wajib membuka secara transfaran dan akuntabel pengelolaan dana pemilu dan bantuan pemerintah agar kader mengetahui kemana penggunaannya,” tegas Ebit.

Pasalnya tegas Ebit, akar kekuatan organasasi partai politik itu ada di basis masa, anggota partai, Kader dan Simpatisan. Jangan ada penolakan terhadap umat muslim siapapun juga yang ingin menjadi kader PPP .

Menurutnya, sejak PPP tahun 1973, dirinya belum mendengar ada penolakan bagi umat muslim yang mau menjadi kader partai. “Jadi kalau ada pengurus partai yang menolak  keanggotaan umat muslim di PPP, mending ke laut ajalah,” tegasnya.

Lebih lanjut Ketua Umum Pemuda Persatuan ini menyarankan agar PPP lebih terbuka jika ada figur umat muslim yang punya kapasitas dan niat baik untuk membenahi dan membangun PPP, sebaiknya diikutkan dalam gerbong lokomotif PPP.

“Satu lagi, jangan meninggalkan senior-senior PPP, mereka adalah patron kita, mereka sudah membuka jalan untuk anda dan partai ini tetap eksis, ada jasa-jasa mereka disana,”.

“Mereka juga punya basis kader militan yang jelas. Kenapa mereka harus ditinggalkan, janganlah seperti kacang lupa kulitnya,”.

PDI dan Golkar temannya PPP Partai Tua yang masih tetap nangring di urutan 1-2 pemenang pemilu.

Kedua Partai ini tahu bagaimana cara mengoptimalkan kapasitas Senior-seniornya dan  mengapresiasi mereka. Tidak seperti PPP yang cenderung meninggalkan seniornya.

Untuk menyelamatkan PPP dari prediksi LSI, gerakan Pemuda Persatuan menyiapkan ribuan Kader militan untuk mengawal jalannya Muktahmar PPP nanti.

Pemuda Persatuan mengantongi nama-nama yang tidak pantas memimpin PPP kedepannya. Termasuk Arsul Sani yang dianggap gerbong lama bersama Romahurmuziy yang sudah gagal memimpin PPP.

“Dia tidak pantas untuk memimpin PPP, kalau ingin Partai kita tidak karam di Tahun 2024 nanti”, katanya.

Olehnya itu, Ketua Umum Pemuda Persatuan Ebit T menghimbau kepada seluruh pengurus, kader dan simpatisan PPP di seluruh Indonesia, marilah kita berbenah diri dan jangan menjadikan partai ini hanya untuk memuaskan kepentingan sendiri maupun golongannya.

“Mari bersama gerakan Pemuda Persatuan selamatkan partai kita. Dan kita buktikan melalui PPP Negara hadir mewujudkan masyarakat Indonesia mendapatkan keadilan, kemakmuran dan kesejahteraan atas ridho Allah SWT. Untuk mencapainya, PPP harus mampu menjadi pemenang di tahun 2020 ini dan tahun 2024 nanti,” pungkasnya.

 

Baca Juga

Back to top button