Relawan Minta Jokowi Reshuffle Kabinet 9 September, Ini Alasanya

Abadikini.com, JAKARTA – Relawan Jokowi yang tergabung dalam Barisan Penggerak Rakyat Jokowi-Amin (Barak Join) harapakan Presiden Joko Widodo segera melakukan perombakan kabinet atau reshuffle di saat krisis ekonomi akibat Pandemik Covid-19.

Pasalnya Ketum Barak Join Ali Nugroho menilai bahwa Presiden Jokowi telah mengerahkan segala tindakan luar biasa dalam menyelamatkan Indonesia dari jurang krisis ekonomi.

Menurut Ali, semangat penyelamatan Presiden Jokowi tersebut tidak selaras dengan para menteri di kabinet yang dinilai hanya menjalankan tugas sebagai rutinitas.

“Sehingga beberapa kali Presiden Joko Widodo menegur, mengingatkan atau bahkan mengancam reshuffle kabinet. Meski reshuffle kabinet merupakan hak preogratif presiden. Bukan berarti pula Jokowi tidak mengindahkan harapan publik, agar jajarannya diganti,” ujar Ali Nugroho lewat keterangannya, Ahad (30/8/2020).

Untuk itu Ali berharap Presiden Jokowi yang sering bicara extraordinary tidak menunggu usia kabinet genap dua tahun untuk melakukan perombakan.

“Reshuffle secepatnya, baru itu tindakan luar biasa,” kata Ali.

Karena, sambung Ali, hal itu harus segera dilakukan Jokowi agar situasi politik menjadi kondusif demi menjaga perekonomian nasional yang  sedang menuju jurang resesi ekonomi akibat pandemik dan resesi global.

“Perlu dilakukan langkah extraordinary presiden untuk reshuffle kabinet. Sebab selama belum reshuffle, situasi politik nasional akan selalu gaduh. Presiden perlu mengakomodir semua kelompok,” tegasnya.

Tak hanya itu, Barak Join bahkan mengusulkan kepada Jokowi untuk melakukan perombakan pada 9 September agar pas dengan weton sang presiden.

“Itu jatuh di Rabu Pon. Merujuk hari lahir Pak Jokowi 21 Juni 1961 pada hari Rabu, wetonnya Pon. Jadi setelah itu fokus penyelematan ekonomi dan penanganan pandemik,” pungkasnya.

Baca Juga

Back to top button