Trending Topik

Kota Surabaya Sumbang Kasus Positif Covid-19 dan Kematian Tertinggi di Indonesia

Abadikini.com, JAKARTA – Satuan Gugus Tugas Penanganan wabah virus corona (Covid-19) nasional kembali memaparkan data penyebaran kasus positif covid sekaligus penyumbang terbanyak di seluruh Kabupaten dan Kota di Indonesia, Rabu (26/8/2020).

Anggota Tim Pakar Satuan Tugas Covid-19 Dewi Nur Aisyah memaparkan data yang menunjukkan Kota Surabaya, Jawa Timur menjadi daerah penyumbang kasus positif Covid-19 sekaligus angka kematian tertinggi di Indonesia.

Hal itu terlihat dari pemaparan data peringkat 40 besar kabupaten/kota di Indonesia dengan jumlah kasus dan jumlah kematian tertinggi. Dari data itu, Kota Surabaya menduduki posisi pertama dalam dua kategori ini.

Kendati demikian, Dewi tidak memberi detail data secara gamblang terkait besaran jumlah kasus dan jumlah kematian akibat Covid-19.

Lebih lanjut, Dewi turut membandingkan bahwa dari 40 daerah dengan kasus positif tertinggi di Indonesia, mayoritas didominasi perkotaan daripada Kabupaten.

“Jadi ternyata dari 40 kabupaten/kota penyumbang kasus tertinggi di Indonesia, ternyata 28 nya atau sekitar 70 persen berasal dari Perkotaan,” kata Dewi di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (26/8).

Dari peringkat itu, jika dilihat lebih lengkap, dua kabupaten di Jawa Timur, yakni Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik masuk dalam kategori 20 peringkat teratas.

“Peringkat 9 ada Sidoarjo dan peringkat 12 ada Gresik. Ini juga harus kita evaluasi nih ada apa di sana kok sehingga kasus kumulatif cukup tinggi, bahkan mengalahkan perkotaan lain di Indonesia,” tutur dia.

Sedangkan untuk peringkat 40 besar kasus kematian akibat covid-19 di Indonesia, 55 persen perkotaan, dan 45 persen kabupaten.

Kemudian, jika dilihat secara keseluruhan berdasarkan data dari 98 kota dan 416 kabupaten di Indonesia, kasus positif covid-19 di perkotaan menyumbang 65 persen, sementara 35 persen sisanya berasal dari kabupaten.

“Jumlah meninggal kabupaten lebih rendah di angka 4,4 persen, sedangkan di perkotaan 4,54 persen. Dan angka kesembuhan di perkotaan mencapai 68 persen, sedangkan di kabupaten sudah lebih tinggi yakni 72 persen,” imbuhnya.

Menurut Dewi tingginya angka kasus aktif dan kematian di perkotaan bisa jadi disebabkan oleh tingginya mobilitas dan aktivitas di warganya.

Sehingga terang dia, memungkinkan terjadi penularan virus dari orang ke orang karena mobilitas yang amat tinggi.

“Kita melihat memang ini semua kota, mobilitas di perkotaan tinggi, aktivitas tinggi, maka mungkin ada penularan, tetap jaga protokol kesehatan agar tidak terjadi penularan dan jangan sampai bertambah kasus aktifnya,” katanya.

Baca Juga

Berita Terkait
Close
Back to top button