Gus Hans Dinilai Layak Dampingi Calon Walikota Surabaya Usungan PDIP

Abadikini.com, SURABAYA – Enam partai nonparlemen yang tergabung dalam Koalisi Membangun Surabaya (KMS) hingga kini belum menyatakan sikap koalisi untuk mendukung ke salah satu kandidat pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota di Pilkada Surabaya 2020.

Dukungan politik KSM akan diputuskan setelah Ketua-ketua partai terlebih dahulu menjalin komunikasi dengan seluruh kandidat.

Dukungan akan diberkan kepada kandidat yang memiliki visi dan misi sama yang dengan KMS, yaitu mementingkan kesejahteraan warga surabaya dalam regulari pembangunan yang berwawasan budaya dan lingkungan adil serta merata.

Koordinator KMS, Samsurin yang juga Ketua DPC Partai Bulan Bintang (PBB) Surabaya, mengatakan bahwa pihaknya telah berbagi tugas. Setiap ketua partai yang bergabung di KM menjalankan tugas masing-masing, yaitu komunikasi dan silaturahmi dengan kandidat.

“Ketua DPD Perindo saudara Samuel teguh Santoso berkomunikasi dengan Ketua DPC Nasdem Robert Simangungsong, dan Mujiaman yang akan dipinang oleh Mahfud Arifin, Ketua DPC Hanura. Saudara Edi Rahmad bersilatirahmi dengan Mbak Lia Istigfama dan Whisnu Sakti Buana. Sementara saya sendiri berkomunikasi dengan ketua DPD IK Golkar, Arif Fathoni, Armuji PDIP dan Gus Hans dari kalangan Nahdliyin,” ujar Samsurin lewat rilisnya yang diterima, Rabu (26/8/2020).

Samsurin menjelaskan bahwa komunikasi ini dibangun agar visi dan misi di KMS bisa menjadi masukan bagi para kandidat yang dinilai sangat berpotensi untuk maju sebagai Cawali Kota Surabaya pada Pilwali nanti.

“Kalau PBB sih sudah yakin dan mantap ke Gus Hans ya,” ujarnya.

Sebab, menurut dia, Gus Hans memiliki visi misi yang mudah dicerna oleh warga Surabaya, tentunya dalam menjaga toleransi umat beragama di kota yang pluralis ini.

“Gus Hans juga pegiat yang melestarikan budaya santri yang notabene Surabaya berpenduduk 83 persen berkarakter santri,” imbuhnya.

Selain itu kata dia, Gus Hans juga memiliki ilmu yang cukup sebagai seorang pemimpin, dan juga berpihak pada konsep pembanguan yang merata dan bergotong royong.

“Semua warga Surabaya dari strata yang elit hingga pinggiran akan mendapatkan rasa nyaman jika Gus Hans bisa mendampingi walikota yang akan direkom PDIP. Dan tak kala penting Gus Hans bisa mensinergikan antara Walikota Surabaya dan Gubernur Jatim dalam menata kelola Kota Surabaya ke depan,” tegasnya.

Dia pun berharap, Gus Hans direkom PDI-P karena figurnya yang religius untuk memenangkan Pilwali Surabaya 2020 ini.

“Insya Allah akhir bulan ini KMS akan memutuskan berlabuh ke mana. Tunggu saja,” pungkasnya.

Diketahui, enam partai nonparlemen yang tergabung dalam Koalisi Membangun Surabaya (KMS) terdiri dari Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Prindo, Partai Hanura, Partai Brkarya, Partai Garuda dan PKPI.

Baca Juga

Back to top button