Trending Topik

Pernah Jadi Istri Hakim hingga Disebut Juga Pelakor, Ini Dia Kisah Gelap Jaksa Pinangki

Abadikini.com, JAKARTA – Jaksa cantik Pinangki Sirna Malasari menjadi perhatian setelah terseret dalam kasus Djoko Tjandra.

Belakangan jejak Jaksa Pinangki dibongkar warganet. Berdasarkan informasi yang didapat rupanya Jaksa Pinangki disebut sebagai pelakor dan simpanan hakim.

Pinangki berkali-kali merebut laki-laki istri orang. Akun yang membongkar sepak terjang Jaksa Pinangki ini adalah akun @xdigeembok.

Akun ini sebelumnya sudah membongkar bagaimana Djoko Tjandra kabur dari Indonesia seusai mengajukan peninjauan kembali kasusnya di PN Jakarta Selatan.

Apa yang disampaikan @xdigeembok belakangan terbukti, dengan rilis dan penyidikan Bareskrim Polri.

Djoko Tjandra dibantu beberapa pihak, jenderal polisi sampai pengacaranya Anita Kolopaking. Nah, bagaimana sisi gelap Jaksa Pinangki, berikut informasinya.

Mengutip dari Suara.com, Jaksa Pinangki mulai masuk dalam lingkungan kerja Kejaksaan pada 2005.

Riwayat pendidikannya yaang tercantum di LinkedIn, Pinangki lulusan S1 Hukum dari Universitas Ibnu Khaldun, lanjut studi S2 hukum bisnis di Universitas Indonesia dan doktor hukum di Universitas Padjajaran.

Nah sisi gelap Jaksa Pinangki ini salah satunya dari kehidupan rumah tangga. Akun xdigeembok mengungkapkan dia berkali-kali merusak keharmonisan rumah tangga orang.
Awalnya Pinangki berumah tangga dengan seorang pria zaman masih baru lulus kuliah gitu. Dari hasil pernikahan itu, Pinangki dikaruniai satu anak.

Sisi gelap Jaksa Pinangki

Kehidupan berlanjut, dalam lingkungan kerjanya di Kejaksaan, kemudian Pinangki kenal dengan seorang hakim. Akun ini mengatakan Pinangki mulai menjalin hubungan khusus dengan si hakim. Biaya studi S2 dan S3 disokong oleh si hakim ini.

Jaksa Pinangki Bersama Suami Barunya AKBP Napitupulu Yogi Yusuf

Selanjutnya Pinangki makin lengket saja dengan si hakim, sampai ingin menjadi istri hakim, walaupun sudah punya rumah tangga si hakimnya itu.
Menurut akun ini, saking ngebetnya menjadi istri muda si hakim, Pinangki sampai berkomitmen bakal ceraikan suaminya, supaya bisa menjadi istri si hakim ini. Akun itu menuliskan, Pinangki rela jadi istri kedua si hakim.

Akhirnya keinginan keduanya terwujud. Si hakim menikahi Pinangki. Perlahan kemudian harta si hakim diatasnamakan ke Pinangki.

Suaminya hakim meninggal dunia

Beberapa tahun berumah tangga, si hakim meninggal dunia. Pinangki berkonflik dengan keluarga istri pertama si hakim, musababnya soal harta gono gini si hakim sudah diatasnamakan ke Pinangki.
“Perebutan harta gono-gini hakim Z antara Isteri Pertama Hakim Z dengan Pinangki akhirnya dimenangkan  Pinangki. Sementara karir di Kejaksaan mulai bagus. Pinangki menjanda untuk kedua kali,” tulis akun Xdigeeembok.

Perwira Polri

Setelah menjanda dari si hakim, Pinangki menemukan tambahan hati yang baru, yakni perwira polisi berpangkat AKBP.

Hubungan keduanya terjalin. Si perwira AKBP ini mau saja memperistri Pinangki, padahal sudah punya istri dan dua anak lho, kata akun Xdigeeembok. Istri pertama perwira AKBP ini malah anak mantan pejabat hebat gitu. Namun si AKBP ini lebih memilih Pinangki.

Belakangan setelah sang istri terseret dalam kasus Djoko Tjandra, AKBP suami Pinangki dimutasi oleh Kapolri sehingga menjabat sebagai Kasubbagopsnal Dittipideksus Bareskrim Polri.

Harta Jaksa Pinangki

Hartanya terdiri dari 3 aset tanah dan bangunan yang berlokasi di Bogor dan Jakarta Barat dengan total nilai sekitar Rp 6 miliar. Ia juga memiliki aset dalam bentuk kas senilai Rp 200 juta.
Dia memiliki tiga buah kendaraan roda empat senilai Rp630 juta.

Pertama adalah sebuah mobil Nissan Teana tahun 2010 seharga Rp120 juta. Lalu ada mobil mewah yang biasa dipakai pejabat, Toyota Alphard senilai Rp450 juta. Terakhir mobil merakyat, Daihatsu Xenia yang ditaksir senilai Rp60 juta.

Pinangki tercatat melaporkan LHKPN pada 10 April 2008 dan 31 Agustus 2019 dengan rincian di atas. Melihat data LHKPN tahun 2008, dia tercatat memiliki harta kekayaan senilai Rp2.090.624.000. Jadi bisa dibilang dalam waktu 11 tahun, hartanya bertambah sekitar Rp 4,7 miliar. (*)

Baca Juga

Back to top button