Viral, Ada Oknum Netizen Tuding Uang Kertas Rp 75 Ribu Edisi HUT RI Bergambar Pakaian Adat China

Abadikini.com, JAKARTA – Tepat pada HUT Kemerdekaan RI ke-75, yang seharusnya dirayakan dengan gegap gempita dengan gelora semangat kemerdekaan serta kesatuan bangsa, eh ada oknum netizen yang malah merusak suasana terkait diluncurkannya uang edisi khusus pecahan Rp.75.000, sekaligus sebagai bagian dari cara spesial dalam memperingati usia RI ke-75.

Uang pecahan Rp. 75.000 ini dicetak terbatas, menurut penuturan Menkeu Sri Mulyani seperti dikutip dari laman Tribunnews.com, Selasa (18/8/2020) yakni sebanyak 75 juta lembar senilai 5,62 triliun rupiah. Selain itu, uang edisi khusus ini juga tidak ditujukan untuk peredaran secara bebas, sekalipun masyarakat tetap bisa memperolehnya dengan mekanisme khusus.

Pakaian Adat Suku Tidung Uang Edisi Khusus HUT RI Ke-75 Dituduh Adat China

Jika kita runut ke belakang, pencetakan uang edisi peringatan kemerdekaan ini juga bukanlah yang pertama kalinya, melainkan sudah yang keempat, setelah sebelumnya dilakukan pada HUT Kemerdekaan RI ke-25 (1970), HUT Kemerdekaan RI ke-45 (1990), dan HUT Kemerdekaan RI ke-50 (1995).

Menurut Perry Warjiyo selaku Gubernur BI, filosofi desain uang baru peringatan HUT RI ke-75 ini juga menggetarkan hati lho, yang kalau boleh saya ketikkan ulang kira-kira seperti ini:

(1) Ungkapan rasa syukur terhadap peristiwa Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 oleh duet Proklamator Soekarno-Hatta;

(2) Pencapaian pembangunan pada usia 75 tahun yang diwakili oleh jembatan Youtefa, MRT, dan tol Trans Jawa;

(3) Harapan untuk memperteguh kebhinekaan dengan anak-anak berpakaian adat yang mewakili wilayah barat, tengah, dan timur Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI);

(4) Adanya motif tenun Nusantara diwakili grinting Bali, batik kawung Jawa, dan songket Sumatera Selatan yang menggambarkan kebaikan keanggunan dan kesucian;

(5) Bagian belakang juga bermakna menyongsong masa depan gemilang pada era digital, digambarkan dengan satelit merah putih sebagai jembatan komunikasi NKRI. Era global dengan peta Indonesia emas pada bola dunia yang melambangkan peran strategis Indonesia dalam kancah global.

Saya cukupkan sampai di sini keterangan soal beredarnya uang ini. Ada yang lebih ingin saya angkat terkait suara netizen yang justru mempersoalkan salah satu pakaian adat yang tampak pada bagian belakang uang pecahan Rp. 75.000 tersebut.

Seperti saya dapatkan screenshot gambarnya, yang sudah saya simpan di HP sebagai barang bukti, dicuitkan oleh “SalimBoy” yang mereply cuitan dari akun @Rianaa_na09 seperti ini:

“Itu mah jelas Adat CHINA … selama Ane belajar di sekolah sampe skarang, Baru Tau Ada Baju Adat Kaya Bangsa China #PantasNGOTOT bikin uang 75 ribuan.” [diakhiri emoticon wajah berkacamata hitam)

Orang ini siapa ya, kok asal nuduh tanpa akurasi data yang jelas? Bisa-bisanya pakaian adat Suku Dayak Tidung kau tuduh berasal dari adat China? Mainmu kurang jauh, wawasanmu kurang luas, ditambah ketidaksukaan terhadap segala sesuatu yang berkaitan dengan China sudah terlanjur mengental dalam darah, hati, dan otak kau … bung!

Ngotot bikin yang 75 ribuan kau bilang? Tak baca sejarah penerbitan uang edisi kemerdekaan ya? Ini bukan masalah ngotot mencetak uang karena sudah terlanjur dijadikan program, apalagi program dadakan, Bung. Ini merupakan proyek jangka panjang, kelanjutan dari proyek sebelumnya, yang punya tujuan baik bagi bangsa ini.

Bagi saya, netizen yang sok kritis tapi bego itu tentunya juga melewatkan keterangan dari Gubernur BI tadi, khususnya pada bagian ini (yang dipersoalkan):

Harapan untuk memperteguh kebhinekaan dengan anak-anak berpakaian adat yang mewakili wilayah barat, tengah, dan timur Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Seandainya netizen tadi dia mau memakai otaknya sedikit untuk berpikir, maka seharusnya bisa memahami bagian yang saya cetak tebal di atas. Tentu saja tim yang ditunjuk mempersiapkan desain telah memastikan tidak ada kesalahan soal baju adat yang akhirnya diputuskan tampil pada desain uang tersebu.

Lagipula, mana mungkin “adat China” yang dituduhkan akan tampil di sana? Atau jangan-jangan karena pakaian ala Timur Tengah nggak tampil, jadinya kau kepanasan t’rus nuduh yang bukan-bukan terhadap pakaian adat bangsamu sendiri, hah…?

Kalau kau bilang sejak sekolah nggak pernah lihat model pakaian adat begitu, jangan-jangan pas sekolah kau dulu kurang pintar ya? Terbukti sekarang sudah zaman maju begini, kalau niat hanya perlu Googling pakaian adat Indonesia bisa langsung dapat infonya … kok malah bilang selama Ane belajar di sekolah sampe skarang, Baru Tau Ada Baju Adat Kaya Bangsa China … yang justru menunjukkan kebodohanmu?

Baca Juga

Back to top button